Salah satu warga menyusuri Kali Pepe di Desa Tawangsari, Teras, Boyolali, dengan menaiki ban. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Istimewa) Salah satu warga menyusuri Kali Pepe di Desa Tawangsari, Teras, Boyolali, dengan menaiki ban. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Istimewa)
Sabtu, 5 Agustus 2017 09:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

WISATA BOYOLALI
Desa Tawangsari Tawarkan Rekreasi River Tubing Gratis

Wisata Boyolali, Pemerintah Desa Tawangsari menawarkan rekreasi berupa river tubing gratis.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Boyolali, memberikan layanan gratis bagi siapa saja yang ingin menikmati objek wisata susur sungai (river tubing) di wilayah tersebut.

Selama menikmati wahana river tubing, warga juga akan difasilitasi makanan serta sarana susur sungai secara gratis. Kepala Desa Tawangsari Yayuk Tutik Supriyanti mengatakan wisata river tubing di desanya akan diresmikan pada Minggu (20/8/2017).

Lokasi susur sungai dimulai dari Dukuh Pojok, Desa Dlingo, hingga Ngebrak, Desa Tawangsari. Peserta river tubing akan menikmati sensasi menyusuri sungai berkedalaman satu hingga dua meter dengan ban mobil selama dua jam.

“Sudah empat kali diuji coba dan lokasinya cukup aman. Waktu yang dibutuhkan sekitar dua jam,” ujarnya kepada Solopos.com, Jumat (4/8/2017).

Yayuk menjelaskan objek wisata river tubing adalah bagian dari upaya mengangkat potensi lokal desa sekaligus menjaga kebersihan sungai. Selama ini, ada kecenderungan sungai menjadi tempat pembuangan sampah dan mengancam kebersihan lingkungan.

“Makanya, setelah kami kaji, perlu dijadikan lokasi river tubing agar sungai terjaga,” terang kades yang baru saja mendapat penghargaan Kalpataru tingkat Provinsi Jateng tersebut.

Yayuk menyebutkan nama lokasi wisata itu adalah Wisnu Kencana. Objek wisata tersebut hasil kerja sama antara Pemdes Tawangsari dengan Pertamina. Ke depannya, objek wisata itu akan dikelola desa sebagai badan usaha milik (BUM) desa.

“Saat ini, kami gratiskan dulu. Kalau sudah banyak peminatnya, baru dipikirkan pengelolaannya secara profesional,” paparnya.

Sampai saat ini, sosialisasi baru dilakukan sebatas melalui Instagram dan Facebook. Karena banyak peminatnya, kata dia, pemerintah desa merespons dengan meresmikannya pada Minggu (20/8/2017) nanti.

 

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…