Puluhan siswa siswi TK Adi Siwi, Donotirto, Kasihan, Bantul berfoto bersama seusai menjalani imunisasi Measles Rubella, Jumat (4/8/2017). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Puluhan siswa siswi TK Adi Siwi, Donotirto, Kasihan, Bantul berfoto bersama seusai menjalani imunisasi Measles Rubella, Jumat (4/8/2017). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 5 Agustus 2017 20:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

TK Adi Siwi Libatkan Orang Tua dalam Pemberian Imunisasi Measles Rubella

Puluhan murid Taman Kanak-kanak (TK) Adi Siwi Desa Donotirto, Kasihan, Bantul mendapatkan imunisasi Measles Rubella (MR)

Solopos.com, BANTUL- Puluhan murid Taman Kanak-kanak (TK) Adi Siwi Desa Donotirto, Kasihan, Bantul mendapatkan imunisasi Measles Rubella (MR). Orang tua berpartisipasi aktif menyukseskan program imunisasi demi melindungi buah hatinya dari serangan sejumlah penyakit.

Imunisasi Measles Rubella digelar Jumat (4/8/2017) pagi di TK Adi Siwi Donotirto. Pemberian vaksin secara gratis tersebut diselenggarakan otoritas TK Adi Siwi bekerjasama dengan Puskesmas Kasihan I. Dari total 43 murid TK Adi Siwi, hanya dua siswa yang tidak mengikuti imunisasi.

“Siswa yang pertama karena memang sedang sakit demam pilek, sedangkan yang satu karena tadi menangis dan enggak bisa ditangani karena enggak mau divaksin. Jadi totalnya ada 41 atau hampir semua murid telah menjalani imunisasi Rubella,” ungkap Ngadiyem, Kepala TK Adi Siwi, Jumat.

Sejumlah siswa yang belum mendapat imunisasi pada Jumat disarankan untuk mendapatkan imunisasi susulan dengan datang langsung ke Puskesmas Kasihan I.

Ngadiyem mengatakan, pemberian imunisasi MR kali ini secara umum berjalan lancar alias tidak ada penolakan dari orang tua. Sebelum hari H, pihak Taman Kanak-kanak telah menyosialisasikan pemberian vaksin kepada orang tua.

“Prinsipnya kami tidak memaksa. Tapi kalau orang tua bersedia, kami memfasilitasi. Soal apa manfaat vaksin ini dan seberapa penting itu sudah disampaikan pemerintah. Orang tua sudah tahu pentingnya pemberian vaksin ini untuk melindungi anak dari sejumlah penyakit seperti katarak dan sakit yang lebih fatal,” lanjutnya lagi.

Orang tua umumnya penasaran mengenai dampak yang terjadi setelah pemberian imunisasi. Misalnya apakah vaksin akan menimbulkan demam serta apakah orang tua boleh ikut mendampingi anak-anaknya atau tidak.

Pada saat pemberian vaksin, mayoritas murid TK Adi Siwi terpantau cukup kooperatif. Hanya sebagian kecil murid yang menangis karena takut. Para siswa satu per satu tak mengeluh saat vaksin disuntikkan ke tubuh mereka.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…