Foto ilustrasi: Sebelum terjebak dalam hubungan tanpa masa depan, sebaiknya wanita mengenali gelagatnya. (singlesdating review.com) Ilustrasi hubungan kekasih (singlesdating review.com)
Sabtu, 5 Agustus 2017 01:00 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Relation Share :

TIPS ASMARA
Sebelum Terjebak Hubungan Tanpa Masa Depan, Kenali Gelagatnya

Hubungan tanpa masa depan merugikan wanita, karena itu kenali gelagat pria yang enggan berkomitmen.

Solopos.com, SOLO — Hubungan tanpa masa depan jelas merugikan kaum Hawa. Nah, sebelum terjebak dalam hubungan tanpa masa depan, sebaiknya kaum wanita mengetahui tanda atau ciri orang yang enggan berkomitmen. Hal ini penting agar wanita tak membuang waktu percuma bersama orang yang tak tepat.

Menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Soleh A. Yahman, ada sejumlah tanda laki-laki yang tak mau berkomiten. Pertama, dia suka membohongi pasangannya. Selain itu sering membuat alasan-alasan tertentu yang kadang tak masuk akal.

Ciri lainnya, ujar dia, adalah tidak terbuka atas diri dan keluarganya, bahkan mungkin rumahnya atau pekerjaannya. Orang demikian ini dinilai cenderung menyembunyikan sesuatu yang sifatnya personal sekalipun dengan pacarnya sendiri. “Istilah Jawanya plintat-plintut,” ujarnya kepada Solopos.com, belum lama ini.

Sedangkan psikolog lainnya, Taufik Kasturi, mengatakan agar mendapat pasangan hidup yang baik hendaknya perlu mempertimbangkan di mana mendapatkannya. “Artinya jangan mencari pasangan hidup di tempat keramaian seperti di bioskop, di karaoke dan sebagainya. Carilah tempat yang baik, sebab tempat yang baik merupakan representasi orang yang baik,” kata dosen Fakultas Psikologi UMS ini.

Soal karakteristik, kata dia, jika dia seorang muslim tentu ditanya bagaimana ibadahnya, salah, akhlak dengan orang tua bagaimana dan seterusnya. Kalau dia bisa menyampaikan dengan baik maka dia bisa diambil sebagai pasangan hidup.

Namun dia menjelaskan setiap orang mempunyai kriteria yang tak sama. Karena itu persoalan ini bisa diadaptasikan dengan kriteria yang dimaui.

Sementara itu psikolog Maria Limyati mengatakan ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Mengingat di usia dewasa pacaran bukan lagi untuk main-main, maka sangat dianjurkan untuk menimbang baik-baik latar belakang orang yang menjadi calon pasangan/kekasih.

Maria mengatakan diperlukan kejujuran dan keterbukaan dan juga akan lebih baik bila mengenal teman-teman dan anggota keluarganya. “Dari merekalah kita juga bisa mendapatkan informasi mengenai si dia,” ujarnya.

Biasanya, papar dia, pasangan yang serius akan mulai memperkenalkan calon pasangan kepada teman-teman dan keluarganya agar bisa semakin saling mengenal dan menguji apakah mereka bisa cocok satu sama lain.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…