Tim bola basket putri UNS melakukan latihan di Sritex arene, Sriwedari, Solo, Rabu (10/2). Mereka akan belaga di Liga Mahasiswa Nasiona di bandung pada Sabtu (13/2) mendatang. (JIBI/Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu)
Sabtu, 5 Agustus 2017 05:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Umum Share :

POMPROV JATENG
Basket UNS Gagal Pertahankan Gelar

Pomprov Jateng diwarnai dengan kekalahan tim basket UNS di babak final.

Solopos.com, SEMARANG — Tim basket putra Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo harus menelan pil pahit setelah dibekuk tim Universitas Negeri Semarang (Unnes) 60-71 dalam babak final Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) yang digelar di GOR Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata, Semarang, Kamis (3/8/2017) malam WIB. Hasil itu membuat UNS gagal mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada Pomprov 2015.

Tim UNS sebenarnya memiliki bekal apik jelang lawan Unnes dengan membantai Universitas Pekalongan (Unikal) 89-40 di semifinal, Kamis sore. Dua tahun lalu UNS juga mampu membekuk Unnes dengan skor tipis 74-70 di babak final. Namun Samuel Devin dkk. justru seperti terbebani dengan trofi yang mereka raih di Pomprov lalu. Mereka sulit mengembangkan permainan melawan Unnes yang diperkuat tiga pemain jebolan PON.

“Kami akui kekalahan ini. Pemain Unnes lebih berpengalaman. Sedangkan mayoritas pemain kami baru bermain kali ini di Pomprov,” ujar Pelatih tim basket UNS, Yullius Dobby, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (4/8/2017).

Di laga kemarin, Samuel Devin dkk. hanya mendapat waktu istirahat tiga jam jelang final. Adapun Unnes sedikit diuntungkan karena punya waktu lebih panjang yakni lima jam dari laga semifinal ke final. Namun Dobby menilai sempitnya waktu pemulihan fisik tak terlalu berpengaruh pada hasil bermain.

“Kami ambil sisi positifnya saja. Kami jadi tahu sejumlah kelemahan untuk diperbaiki jelang Liga Mahasiswa akhir tahun ini. Target utama kami memang kompetisi itu,” kata Dobby.

Sementara itu, tim basket putri UNS juga urung meraih gelar setelah dikandaskan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang 46-51 di babak final. Namun meski kalah, pencapaian tim putri lebih baik dibanding Pomprov 2015. Saat itu mereka harus puas terhenti di empat besar.

Tim putri UNS sebenarnya tampil menjanjikan di awal laga dengan unggul delapan poin di quarter pertama. Namun Udinus yang didukung penuh suporter perlahan mampu menipiskan ketertinggalan menjadi tinggal tiga poin di quarter ketiga. Puncaknya tim putri UNS “kehabisan bensin” di quarter terakhir sehingga harus takluk dengan selisih lima poin.

“Tim putri sudah sesuai target [masuk final]. Mereka bahkan bisa juara andai tiga pemain pilar bermain di final [dua cedera, satu pulang]. Namun posisi runner up sudah bagus melihat jam terbang mereka yang masih minim,” ujar Dobby.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…