Ilustrasi kemiskinan. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi kemiskinan. (JIBI/Solopos/Dok.)
Sabtu, 5 Agustus 2017 16:22 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PEMKOT JOGJA
Wawali Inginkan Data Tunggal untuk Kemiskinan

Pemkot Jogja berupaya menemukan solusi mengatasi kemiskinan

Solopos.com, JOGJA — Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menyatakan perlunya mengintegrasikan program pengentasan kemiskinan yang ada di semua organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan kemiskinan lebih optimal.

Baca Juga : PEMKOT JOGJA : Heroe Ingin Keroyok Pengentasan Kemiskinan

Soal data warga miskin, ia menginginkan adanya data tunggal yang disepakati melalui koordinasi lintas OPD. Meski Pemerintah Kota Jogja memiliki data warga miskin sbanyak sekitar 60.215 jiwa. Data tersebut yang masuk dalam keluarga menuju sejahtera (KMS). Data warga miskin tersebut lebih banyak dari versi Badan Pusat Statistik karena ada perbedaan parameter penilaian warga miskin.

Selain data Pemerintah Kota Jogja, pemerintah pusat sejak 2016 lalu juga mengeluarkan data warga miskin tiap daerah yang menjadi sasaran untuk dibantu. Heroe berharap data warga miskin bisa disatukan.

“Penggunaan data tunggal menjadi penting supaya sasaran bantuan bisa merata,” kata Heroe, Jumat (4/8/2017).

Heroe menambahkan ada tiga sasaran yang menjadi fokus pengentasan kemiskinan, yakni soal kesehatan, pendidikan, dan rumah kumuh. Kendati demikian, Heroe juga berharap warga miski yang menjadi sasaran untuk dibantu harus berupaya untuk berdaya dan tidak terus mengandalkan bantuan, karena bantuan pemerintah sifatnya sementara dan sewaktu-waktu bisa dihentikan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Edy Muhammad mengatakan keinginan wakil wali kota itu kini mulai ditindaklanjuti dengan membentuk Sitem Informasi Manageman Pemberdayaan Masyarakat. Sistem tersebut bahkan akan terintegrasi sampai kecamatan dan desa sehingga data warga miskin dapat diketahui oleh semua OPD sampai identitasnya. “Ini juga supaya bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih antar OPD,” kata Edy.

Selain dari pemerintah, Edy berujar pengentasan kemiskinan juga melibatkan swasta. Pihaknya sudah menggandeng sejumlah perusahaan untuk ikut terlibat. Keterlibatannya melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…