Pedagang sepatu di Pasar Ngudi Rejeki, Gilingan, Banjarsari, Solo, Sabtu (5/8/2017), membuka usaha setelah tutup selama dua pekan akibat maraknya petugas melakukan razia. (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Pedagang sepatu di Pasar Ngudi Rejeki, Gilingan, Banjarsari, Solo, Sabtu (5/8/2017), membuka usaha setelah tutup selama dua pekan akibat maraknya petugas melakukan razia. (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Sabtu, 5 Agustus 2017 14:15 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

Pedagang di Solo Kembali Berjualan Pascarazia Produk Nike Palsu

Razia produk Nike palsu membuat pedagang ketakutan tapi kini sudah kembali berjualan.

Solopos.com, SOLO — Pedagang di Pasar Ngudi Rejeki, Gilingan, Banjarsari, Solo, kembali berjualan setelah menutup usahanya selama dua pekan akibat maraknya polisi menggelar razia produk palsu merek Nike di sejumlah pasar tadisional di Solo.

Ketua paguyuban pedagang Pasar Ngudi Rejeki Solo, Heru Takaibowo, mengatakan pedagang sangat ketakutan dengan razia yang digelar polisi Polda Jateng di sejumlah pasar tradisional di Solo. Bahkan pedagang yang menjual produk palsu merek Nike memilih menutup kiosnya selama dua pekan.

“Kami mencatat ada sebanyak 25 pedagang di Pasar Ngudi Rejeki yang memilih menutup kiosnya karena takut terjaring razia produk palsu,” ujar Heru saat ditemui di kiosnya, Sabtu (5/8/2017).

Menurut Heru, pedagang mulai kembali berjualan seperti biasanya pada Kamis (3/8/2017). Selama tiga hari berjualan pedagang sepatu di Pasar Ngudi Rejeki mengalami penurunan omzet 50%. Sebelum ada razia rata-rata pedagang bisa mendapatkan uang senilai Rp4 juta per hari. Namun, sekarang hanya Rp 2 juta per hari.

“Kami tidak bisa berbuat banyak karena daya beli masyarakat mengalami penurunan. Konsumen juga ketakutan membeli produk palsu merek Nike,” kata dia.

Ia mengakui masih ada pedagang di Pasar Ngudi Rejeki yang menjual produk palsu merek Nike meskipun sudah dirazia polisi. Pedagang ada yang menjual produk palsu itu secara sembunyi-sembunyi dan ada yang memajang di depan toko.

Pantauan solopos.com di Pasar Klithikan Notoharjo, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, sebanyak 20 pedagang penjual sepatu merek Nike yang sebelumnya menutup kiosnya mulai kembali berjualan, Jumat (4/8/2017).

Seorang pedagang, Rahmat, mengaku baru mulai membuka usahanya pada Jumat kemarin setelah polisi melakukan razia produk palsu merek Nike di Pasar Klithikan pada pertengahan Juli 2017.

“Saya sampai sekarang masih ketakutan meskipun tidak ikut diperiksa polisi. Kondisi sekarang sudah mulai normal tetapi kalau ada informasi razia polisi lagi langsung menutup kios,” kata dia.

Diketahui sebelumnya anggota Direktur reserse kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Jateng menyita ratusan produk merek Nike berupa sepatu kaos, sepatu, tas, celana, dan bola di sejumlah toko dan kios di pasar tradisional wilayah Solo, Kamis (20/7/2017).  Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Djarot Padakova, menyatakan kasus itu berkaitan dengan dugaan pemalsuan produk.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…