Ilustrasi pasukan pengibar bendera (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi pasukan pengibar bendera (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Sabtu, 5 Agustus 2017 20:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PASKIBRAKA JATENG
Ini Dia 2 Pelajar Jateng yang Akan Kibarkan Bendera Pusaka

Paskibraka, dua anggotanya merupakan pelajar asal Jateng.

Solopos.com, SEMARANG – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah (Jateng) mengirimkan dua pelajar terbaiknya untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara hari peringatan kemerdekaan Negara Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus mendatang.

Kedua pelajar yang mendapat kesempatan mengibarkan bendera pusaka di Istana Negara itu, yakni Muhammad Afif Bayhaqi asal SMAN 1 Semarang dan Raras Widyaningrum dari SMAN 1 Kudus.

Kepala Seksi Panyadaran dan Pemberdayaan Pemuda Disporapar Jateng, Mushonif, mengatakan kedua pelajar itu terpilih sebagai anggota Paskibraka setelah melalui serangkaian seleski yang digelar timnya bersama anggota TNI.

“Seleksi kami gelar di seluruh Jateng. Keduanya lolos setelah menyisihkan puluhan ribu pelajar dan akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti latihan hingga 16 Agustus,” ujar Mushonif saat dihubungi Semarangpos.com, Sabtu (5/8/2017).

Mushonif mengatakan pihaknya mengaku bangga bisa mengirimkan putra-putri terbaik Jateng untuk mengibarkan bendara Merah-Putih di Istana Negara saat perayaan HUT RI, Kamis (17/8/2017) nanti.

Untuk menjadi anggota Paskibraka, para anggota harus memenuhi persyaratan di antaranya tinggi badan minimal 165 cm untuk putri dan 170 cm untuk putra.

Mereka juga harus melewati serangkaian tes fisik, bahasa Inggris dan bebas narkoba.

Sementara itu untuk mengibarkan bendera Merah-Putih pada upacara peringatan hari kemerdekaan di Jateng, Disporapar Jateng telah memilih 35 anggota yang berasal dari berbagai daerah di Jateng.

Ke-35 anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) Jateng ini telah dikukuhkan dalam acara “Pemantapan Calon Anggota Pasukan Pengibar Bendera Provinsi Jawa Tengah” di Hotel Siliwangi, Semarang, Jumat (4/8/2017) malam.

“Sebelumnya ada 70 peserta yang mengikuti seleksi hingga kami kerucutkan menjadi 35 orang yang terdiri dari 19 laki-laki dan 16 perempuan,” tutur Mushonif.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…