Penjaga stan menata busana pengantin tradisional modifikasi pada sebuah patung peraga saat Pameran Pernikahan Tradisional 2017 di Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Penjaga stan menata busana pengantin tradisional modifikasi pada sebuah patung peraga saat Pameran Pernikahan Tradisional 2017 di Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Sabtu, 5 Agustus 2017 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo Feature Share :

Foto Pameran Pernikahan Digelar di Semarang

Pameran pernikahan tradisional digelar di Semarang.

Pengunjung mengamati patung peraga berbusana pengantin tradisional modifikasi saat Pameran Pernikahan Tradisional 2017 di Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Pengunjung mengamati patung peraga berbusana pengantin tradisional modifikasi saat Pameran Pernikahan Tradisional 2017 di Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Insan pekerja ekonomi kreatif Jawa Tengah (Jateng)—khususnya yang berkait dengan penyediaan uba rampe pernikahan tradisional—sibuk sepanjang akhir pekan ini. Pasalnya, di Gedung UTC Jl. Kelud No. 2, Kota Semarang dihelat kegiatan yang berkait dengan bidang garap mereka, yakni Pameran Pernikahan Tradisional 2017.

Penjaga stan menata busana pengantin tradisional modifikasi pada sebuah patung peraga saat Pameran Pernikahan Tradisional 2017 di Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Penjaga stan menata busana pengantin tradisional modifikasi pada sebuah patung peraga saat Pameran Pernikahan Tradisional 2017 di Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Pameran Pernikahan Tradisional 2017 di Gedung UTC, Kota Semarang, Jateng itu dijadwalkan berlangsung tiga hari, Jumat-Minggu (4-6/8/2017). Berbagai produk dan jasa terkait acara pernikahan disajikan kepada pengunjung pameran. Panitia mengklaim, 60 vendor terlibat dalam pameran itu. Mereka adalah pelaku usaha industri kreatif seperti sanggar rias pengantin, dekorasi, suvenir, dan fotografi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….