Para suporter PSIS Semrang di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jateng. (Instagram-@panserbiru2001) Para suporter PSIS Semrang di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jateng. (Instagram-@panserbiru2001)
Sabtu, 5 Agustus 2017 21:04 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Indonesia Share :

LIGA 2
Jamu Sragen United, PSIS Semarang Andalkan Eks Pemain Liga 1

Liga 2 akan menampilkan duel antara Sragen United kontra PSIS Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — PSIS Semarang tengah diselimuti awan cerah jelang laga kontra Sragen United dalam lanjutan kompetisi Liga 2. Selain akan tampil di depan pendukungnya, Stadion Jatidiri, Minggu (6/8/2017), skuat berjuluk Mahesa Jenar itu juga bisa memainkan seluruh amunisi barunya.

Yah, laga kontra Sragen United sejatinya merupakan laga away bagi PSIS. Namun, laga itu diputuskan digelar di Stadion Jatidiri yang menjadi markas PSIS menyusul tidak memenuhi syaratnya homebase Sragen United, Stadion Citarum, untuk menggelar laga.

Kapasitas Stadion Citarum yang minim dianggap tidak mampu menampung jumlah suporter PSIS yang akan menyaksikan laga. Selain itu, batas antara penonton dengan lapangan di Stadion Citarum juga sangat dekat hingga berisiko bagi keamanan pemain.

“Bisa dikatakan ini laga away rasa home bagi kami. Kami tentu senang menyambutnya dan wajib menang dalam laga ini,” tutur General Manager PSIS, Wahyu “Liluk” Winarto, saat dihubungi Semarangpos.com, Sabtu (5/8/2017).

Menghadapi Sragen United, Liluk mengaku bisa menurunkan semua amunisi baru. Dua penyerang asal klub Liga 1 yang baru didatangkan pada putaran kedua, yakni Melkior Majefat (eks Persiba Balikpapan) dan Rival Lastori (eks Pusamania Borneo FC) bisa dimainkan. Pun demikian dengan mantan penggawa Timnas U-16, Gatot Wahyudi, yang berstatus available (tersedia).

“Semuanya bisa dimainkan karena sudah didaftarkan. Baik Melkior maupun Lastori bisa diturunkan saat menghadapi Sragen United, tinggal bagaimana nanti keputusan pelatih siapa yang akan dimainkan. Kalau selama latihan ini sih ketiganya cukup nge-klik dengan pemain lainnya sehingga layak dicoba,” beber Liluk.

Liluk menambahkan meski tampil di depan pendukungnya, para pemain tidak boleh meremehkan tim lawan. Terlebih lagi, pada pertemuan pertama dengan Sragen United, PSIS sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya membalikkan keadaan.

Liluk menilai Sragen United patut diwaspadai. Selain memiliki kekuatan baru, tim besutan Kahudi Wahyu Widodo itu juga mengincar poin penuh agar menjauh dari zona degradasi.

Sragen United saat ini berada di urutan lima klasemen Grup 4 Liga 2 dengan torehan 10 poin atau tertinggal satu poin dari Persipur Purwodadi yang menempati posisi keempat. Sragen United berpeluang menyalip Persipur asal mampu mengalahkan PSIS, sementara pada laga lainnya Persipur takluk di kandang PPSM Magelang.

“Kami harus mewaspadai kecepatan para pemain Sragen United, terutama Andrid Wibowo dan Elthon Maran,” tutur Liluk.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…