Kesebelasan PSCS Cilacap. (Twitter.com) Kesebelasan PSCS Cilacap. (Twitter.com)
Sabtu, 5 Agustus 2017 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

LIGA 2
Dikandaskan Persibat Batang, PSCS Cilacap Tetap Optimistis

Liga 2 dihadapi PSCS Cilacap dengan optimistis kendati telah dikandaskan Persibat Batang.

Solopos.com, BATANG — Pelatih PSCS Cilacap, Barnowo, menyatakan dirinya tetap optimistis timnya meraih tiket 16 besar pada Liga 2 meskipun pada pertandingan melawan Persibat Batang di Stadion M. Sarengat Batang, Jumat (4/8/2017) sore, kalah dengan skor 1-0.

“Kami tetap optimistis PSCS meraih tiket 16 besar Liga 2 Tahun 2017 karena masih menyisakan empat laga lagi,” katanya di Batang, Jawa Tengah, Jumat.

PSCS Cilacap yang kini mengemas nilai 15 poin, kata dia, masih menyisakan empat pertandingan, yaitu satu kali melawan Persibangga Purbalingga (tandang), Persibas Banyumas, Persip Pekalongan, dan PSS Sleman (di kandang sendiri). “Dengan menyisakan empat kali pertandingan itu, manajemen PSCS menargetkan harus mampu raih poin penuh agar peluang masuk 16 besar terbuka lebar. Setidaknya, kami harus menempati posisi 2 pada grup 3,” katanya.

Ia mengatakan PSCS Cilacap sempat kehilangan tiga pemain pilarnya, yaitu Suni Hasbullah, M. Arifin, dan Khoiron karena mereka menyalahi kode etik pertandingan saat bertandang di kandang Persibangga Purbalingga. “Tiga pemain itu adalah pilar PSCS Cilacap sehingga dengan tidak tampilnya mereka mempengaruhi kondisi tim berjuluk Laskar Nusakambangan,” katanya.

Demikian pula pada pertandingan melawan Persibat Batang, kata dia, dirinya menyesalkan kinerja kepemimpinan wasit Fajar Imanuel Ginting yang tidak fair sehingga PSCS harus mengakui kekalahannya terhadap Persibat Batang. “PSCS maupun Persibat bermain bagus. Hanya saja kinerja kepemimpinan wasit masih diragukan. Jika wasit tidak fair mana bisa persepabolaan nasional akan maju,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…