Sabtu, 5 Agustus 2017 08:00 WIB Ah Tenane Share :

KISAH LUCU
Ah Tenane Jon Koplo: Maling Tali Tambang

Kisah lucu Ah Tenane Jon Koplo kali ini kiriman dari Nyunik Suryani beralamt email di nyunik_suryani@yahoo.co.id.

Solopos.com, SOLO — Maraknya kasus bunuh diri mulai dari orang biasa hingga kalangan artis, membuat Lady Cempluk merinding.

Ia tidak habis pikir, harta kekayaan yang melimpah ternyata tidak menjadi penghalang seseorang nekat untuk mengakhiri hidupnya.

Pikiran Cempluk makin kacau saat mendapati perilaku suaminya, sebut saja Jon Koplo, berubah. Akhir-akhir ini Koplo jadi pendiam, tidak mau makan, murung, bahkan beberapa hari ia tidak masuk kerja. Kekhawatiran Cempluk menjadi-jadi saat ia menemukan ada seutas tali tambang alias dadung di belakang rumah.

“Waduh, jangan-jangan Mas Koplo dipecat dari pekerjaannya, terus mau bunuh diri…” batin Cempluk.

Maka, tanpa sepengetahuan Koplo, Cempluk mengambil tali tambang itu dan menyembunyikannya di lemari. Namun keesokan harinya, ia kembali menemukan tali tambang di belakang rumahnya. Lagi-lagi Cempluk mengambilnya dan menyembunyikannya secara diam-diam.

“Pluk, kok aneh ya. Mas sudah dua kali beli tali tambang tapi hilang terus. Apa jangan-jangan ada maling ya?” tanya Koplo.

“Mas Koplo, kalau ada masalah apa-apa lha mbok bilang ta Mas, jangan kaya gini. Apa ndak kasihan ini lho aku lagi hamil,” gerutu Cempluk.

Lho, lho, apa ta maksude?” tanya Koplo bingung.

Ndak papa Mas Koplo dipecat, tapi terus jangan berniat buat mengakhiri hidup gitu ta, Mas,” ujar Cempluk sambil mingsek-mingsek.

Ealah Pluk, Pluk, siapa bilang Mas dipecat, Mas ini lho lagi sakit gigi berhari-hari makanya nggak masuk kerja. Terus ini tambang mau Mas buat tali jemuran,” terang Koplo tertawa.

Lho, Mas nggak cerita, ya mana Cempluk tahu. Wajar ta, Mas, lagi hamil jadi baperan…” gumam Cempluk kisinan.

 

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…