Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk., Irwan Hidayat melepas bibit ikan di Danau Rawa Pening yang menjadi salah satu rangkaian peluncuran iklan terbaru Kuku Bima Energi di Danau Rawa Pening, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (5/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Zuhdiar Laeis) Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk., Irwan Hidayat melepas bibit ikan di Danau Rawa Pening yang menjadi salah satu rangkaian peluncuran iklan terbaru Kuku Bima Energi di Danau Rawa Pening, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, Sabtu (5/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Zuhdiar Laeis)
Sabtu, 5 Agustus 2017 22:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Kementerian Lingkungan Hidup Prioritaslan Pemulihan Rawa Pening

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menempatkan Rawa Pening sebagai salah satu dari 15 danau prioritas yang harus dipulihkan di Indonesia.

Solopos.com, UNGARAN — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) masuk dalam 15 danau prioritas yang harus dipulihkan di Indonesia. Kondisi aktual Rawa Pening, Sabtu (5/8/2017), ditinjau langsung Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK Hilman Nugroho.

“Permasalahan di Danau Rawa Pening, yakni eceng gondok dan sedimentasi,” terang Hilman Nugroho di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Simpulan tersebut diungkapkannya seusai peluncuran iklan terbaru Kuku Bima Energi, salah satu produk unggulan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul yang mengambil lokasi di Danau Rawa Pening.

Permasalahan eceng gondok, diakuinya telah dicarikan solusi oleh Sido Muncul sebagai produsen jamu yang berkedudukan di Kabupaten Semarang. Solusi itu dihasilkan melalui penelitian, yakni dengan mengolahnya menjadi bahan bakar alternatif.

Kendati eceng gondok itu bisa dijadikan bhan bakar alternatif, ia berpesan agar tak semua gulma itu dihabiskan. Saat ini, kondisi danau seluas 2.700 ha yang dikenal dengan legenda Baruklinthing itu telah tertutupi 70% permukaannya dengan tanaman eceng gondok yang merupakan tanaman pengganggu. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tanaman eceng gondok juga salah satu bagian dari ekosistem danau sehingga jika salah satunya dihilangkan bisa memutus mata rantai dalam ekosistem.

“Tinggalkan 20%-nya [eceng gondok], jangan hilangkan semuanya. Sebab, jika eceng gondok yang menjadi salah satu mata rantai maka dalam ekosistem ada mata rantai yang terputus,” katanya.

Persoalan lainnya, kata dia, sedimentasi yang penyelesaiannya harus berjalan bersama dari hulu dan hilir, sebab akan percuma di hilir dikurangi jika kondisi di hulunya tidak dibenahi. Daerah hulu sebagai tangkapan air harus aman, lanjut dia, yakni dengan melakukan penanaman tanaman kayu, bukan dengan tanaman-tanaman kecil dan sayuran yang justru memperparah sedimentasi di hilir.

“Menanam boleh, tetapi tanaman kayu. Kalau bisa 400 pohon/ha. Kami akan siapkan bibit produktifnya sehingga nanti juga bisa dikonsep one village, one product,” katanya.

Jadi, simpul dia, di satu desa akan menjadi penghasil khusus mangga probolinggo, satu desa lainnya durian montong, dan sebagainya sehingga setiap kawasan memiliki ciri khas produk tersendiri. “Kami akan memberikan dukungan dari inspirasi Pak Irwan [Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat]. Kualitas danau yang baik, airnya harus kontinyu, kualitasnya baik dan tidak tercemar, serta harus melimpah,” katanya.

Iklan berdurasi sekitar dua menit yang dibintangi Ade Rai itu mengambil lokasi syuting di Danau Rawa Pening dengan pesan mengajak masyarakat untuk membersihkan danau seluas 2.700 ha itu dari tanaman eceng gondok. Dalam adegan iklan itu, binaragawan tersebut mengajak beberapa sukarelawan untuk membersihkan danau dari eceng gondok yang menjadi tanaman penganggu, sekaligus mengajak untuk mengunjungi Danau Rawa Pening.

Irwan selaku Direktur Sido Muncul berharap Danau Rawa Pening semakin dikenal luas melalui iklan itu, sebagaimana potensi-potensi wisata daerah lain yang pernah diangkat melalui iklan pabrikan jamu itu. “Saya yakin berhasil karena ‘market-nya’ ada, aksesnya ada. Dengan iklan ini, Danau Rawa Pening jadi tambah populer. Kalau tempat ini dikunjungi banyak orang, demand ada, pasti berubah,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…