Genting berserakan di dalam rumah Sri Hartanto, 42, di Dukuh Potrobawan, Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Sabtu (5/8/2017). (Espos/Taufiq Sidik Prakoso) Genting berserakan di dalam rumah Sri Hartanto, 42, di Dukuh Potrobawan, Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Sabtu (5/8/2017). (Espos/Taufiq Sidik Prakoso)
Sabtu, 5 Agustus 2017 20:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

KEBAKARAN KLATEN
Bangunan Oven Kayu dan Rumah Terbakar

Bangunan oven kayu dan rumah di Klaten terbakar pada Jumat dan Sabtu.

Solopos.com, KLATEN — Kebakaran menghanguskan rumah seorang warga Dukuh Potrobawan, Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Sabtu (5/8/2017) siang. Sebelumnya, Jumat (4/8/2017), bangunan oven kayu di Dukuh Mindirjo, Desa/Kecamatan Trucuk, juga terbakar.

Penghuni rumah, Sri Hartanto, 42, mengatakan kebakaran terjadi saat seluruh penghuni rumah pergi. “Istri saya kerja di Jogja. Anak-anak sekolahnya juga di Jogja. Sekitar pukul 10.00 WIB itu saya pergi,” kata Hartanto saat ditemui wartawan di rumahnya.

Ia menjelaskan sekitar pukul 13.00 WIB ia ditelepon salah satu kerabatnya mengabarkan rumahnya terbakar. Mendengar kabar itu, Hartanto bergegas pulang.

Sementara itu, warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya serta menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Peristiwa itu segera dilaporkan ke unit pemadam kebakaran Klaten. Sekitar pukul 14.30 WIB, api berhasil dipadamkan.

Hartanto mengatakan sejumlah barang berharga berhasil diselamatkan dari dalam rumah seperti surat-surat berharga dari dalam almari serta dua sepeda motor. “Sebelum telepon itu warga mau masuk rumah sungkan karena semua pintu dan jendela dalam kondisi tertutup. Kemudian saya persilakan warga membongkar dan menyelamatkan barang-barang. Saya merasa salut dengan kesigapan warga di lingkungan Potrobawan,” kata Hartanto.

Dari kejadian itu, api menghanguskan ruang tamu, dapur, serta kamar tidur. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. “Tempat indekos tidak terbakar. Kondisinya kosong karena masih direnovasi,” katanya.

Api diduga berasal dari magic com yang terhubung dengan sumber listrik. Hartanto mengatakan sehari sebelumnya ia curiga dengan kondisi magic com saat digunakan untuk memasak air.

“Kemarin [Jumat] magic com yang ditempatkan di atas kulkas saat digunakan memasak air kok saya mencium seperti bau panas. Tadi katanya ada suara ledakan,” urai dia.

Di Kecamatan Trucuk, bangunan oven kayu berukuran 3 meter x 4 meter milik Sumarno, 35, warga Dukuh Mindirjo, Desa/Kecamatan Trucuk, terbakar pada Jumat sekitar pukul 15.30 WIB. Kebakaran kali pertama diketahui dua pekerja usaha mebel milik Sumarno itu.

Saat itu, dua pekerja tersebut melihat kepulan asap dari bangunan oven kayu. Dua pekerja itu lantas memberi tahu warga yang berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Pemilik usaha lantas menghubungi unit pemadam kebakaran serta Polsek Trucuk. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIB.

Tak ada korban jiwa dari peristiwa itu. Namun, delapan kubik papan dari kayu mahoni terbakar dengan taksiran kerugian sekitar Rp15 juta. Kapolsek Trucuk, AKP Widji, mengatakan api diduga berasal dari percikan bara api serbuk kayu.

“Tumpukan serbuk kayu itu berjarak sekitar 1 meter dari bara api di dalam tungku. Diduga bara api itu menyambar tumpukan serbuk kayu,” kata Kapolsek.

 

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…