Para karyawan perusahaan jamu PT Nyonya Meneer di tenda yang mereka dirikan di depan pintu masuk pabrik di Jl Raden Patah, Kaligawe, Semarang, Senin (18/7/2016). Para karyawan ini mendirikan tenda sebagai bentuk protes karena gaji selama lima bulan dan THR mereka yang belum dibayarkan. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda Saputra) Para karyawan perusahaan jamu PT Nyonya Meneer di tenda yang mereka dirikan di depan pintu masuk pabrik di Jl Raden Patah, Kaligawe, Semarang, Senin (18/7/2016). Para karyawan ini mendirikan tenda sebagai bentuk protes karena gaji selama lima bulan dan THR mereka yang belum dibayarkan. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda Saputra)
Sabtu, 5 Agustus 2017 09:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INDUSTRI JAMU
Pekerja Nyonya Meneer Tunggu Verifikasi Kurator

Industri jamu PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang.

Solopos.com, SEMARANG –  Industri jamu PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (3/8/2017). Atas keputusan itu, para pekerja PT Nyonya Meneer pun berharap hak-hak mereka yang selama ini belum diberikan masih bisa dipenuhi.

Kuasa hukum serikat pekerja PT Nyonya Meneer, Suyitno, mengatakan akan menunggu hasil verifikasi dari hakim pengawas dan kurator dalam menentukan aset perusahaan. “Nanti, setelah ada verifikasi dari hakim pengawas dan kurator serta sidang kreditur kami akan menentukan langkah selanjutnya. Kami berharap juga mendapat hak-hak kami karena kami juga merupakan kreditur,” beber pria yang akrab disapa Yitno itu saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis petang.

Yitno menyebutkan karyawan merasa sebagai kreditur karena memiliki hak-hak normatif yang hinggi kini belum dibayarkan oleh perusahaan. Hak-hak itu antara lain gaji selama satu tahun terakhir, BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua (JHT) yang seharusnya cair pada November 2011, serta THR tahun 2016 dan 2017. “Hak-hak kami banyak yang masih belum dibayarkan. Tapi, setelah putusan sidang ini kami mau menuntut ke mana?” tutur Yitno.

Setelah diputuskan pailit, perusahaan industri jamu yang sudah berdiri sejak 1919 itu masih memiliki kesempatan sekitar satu bulan untuk memenuhi hak-haknya jika tak ingin diputuskan ditutup. PT Nyonya Meneer diputuskan pailit setelah majelis hakim pada Pengadilan Niaga pada PN Semarang mengabulkan gugatan salah satu kreditur yang tidak puas atas keputusan damai yang dilakukan pada Mei 2015.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Nani Indrawati menyatakan perusahaan telah lalai melakukan pembayaran kewajiban pada kreditur. Pemohon pembatalan perdamaian itu adalah pengusaha Bank Jamu Hendrianto Bambang Santoso melalu pengacaranya Eka Widhiarto. Disebutkan perusahaan jamu legendaris itu masih menunggak hutang sekitar Rp7,4 miliar semenjak proposal perdamaian disetujui majelis hakim.

Terkait keputusan itu, Presiden Direktur PT Nyonya Meneer, Charles Saerang, pun akan mengupayakan langkah hukum lanjutan karena pihaknya merasa masih mampu membayar hutang-hutang tersebut. “Berkas-berkas sedang disiapkan oleh legal [kuasa hukum] kami. Kami siap melakukan kasasi atas keputusan itu,” tutur Charles saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…