Kicauan menyebut DPC Partai Gerindra Wonogiri memakaikan baju berlogo ISIS kepada anak. (Twitter/ @Aryprasetyo85) Kicauan menyebut DPC Partai Gerindra Wonogiri memakaikan baju berlogo ISIS kepada anak. (Twitter/ @Aryprasetyo85)
Sabtu, 5 Agustus 2017 13:30 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Disebut Terkait Pemakaian Simbol ISIS, DPC Gerindra Wonogiri Membantah

DPC Partai Gerindra Wonogiri dikait-kaitkan dengan pemakaian simbol ISIS.

Solopos.com, WONOGIRI — Akun Twitter Ari Prasetyo @Aryprasetyo85, Jumat (4/8/2017), memasang kicauan menyebut DPC Partai Gerindra Wonogiri memakaikan baju berlogo ISIS kepada seorang anak.

Penelusuran solopos.com, Sabtu (5/8/2017), kicauan itu dipasang dengan mencantumkan foto seorang perempuan dengan dua anak laki-laki yang di-repost dari akun Instagram @gunturputrolangit. Satu anak memakai kaus putih bertuliskan kalimat syahadat. Sedangkan satu anak lainnya memakai kaus hitam dengan tulisan mirip simbol ISIS/Islamic State of Iraq and Syiria.

“DPC Partai Gerindra Wonogiri memakaikan baju anaknya berlogo ISIS, dia mengklaim tidak mengenal apa itu ISIS,” demikian bunyi tweet Ari Prasetyo @Aryprasetyo85 yang dikutip Sabtu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Wonogiri, Sriyadi, membantah foto tersebut dari DPC Gerindra Wonogiri. Dia mengaku tidak mengenal pemilik akun @gunturputrolangit. “Saya malah tidak tahu. Bukan akun DPC Gerindra. Saya tidak kenal sama sekali dengan akun itu,” ujar dia, Sabtu.

Srriyadi mengaku belum mengetahui mengenai penyebutan DPC Gerindra Wonogiri dalam akun Ari Prasetyo @Aryprasetyo85. Sriyadi mengaku belum memikirkan langkah yang akan diambil menyikapi penyebutan tersebut.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPC Gerindra Wonogiri, Suratno. Dia mengaku tidak mengetahui akun @gunturputrolangit. Dia pun belum menentukan langkah apa yang akan diambil DPC Gerindra Wonogiri mengenai hal itu.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…