Gajah menghentikan truk bermuatan kentang (Youtube) Gajah menghentikan truk bermuatan kentang (Youtube)
Sabtu, 5 Agustus 2017 18:05 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Diduga Kelaparan, Gajah Cegat Truk Kentang dan Mulai Makan

Aksi Gajah menghentikan truk demi makanan merupakan bukti habitat asli tak lagi punya cukup makanan.

Solopos.com, NEW DELHI – Sebuah peristiwa unik namun memprihatikan terjadi di Hutan Garhbeta, India Timur. Di jalan pembelah hutan tersebut, truk yang berjalan lambat dipaksa berhenti karena muatannya dijarah seekor gajah.

Sebuah truk tampak berhenti dan seekor gajar berukuran separuh tinggi truk berdiri di samping truk. Belalai gajah itu meraba-raba penutup muatan truk untuk mencari celah masuk. Truk tersebut membawa muatan kentang.

Tampak dalam video yang diunggah The Dodo, Kamis (3/8/2017), gajah diusir oleh orang-orang sekitar. Terdengar juga penggunaan petasan untuk menakuti gajah. Namun seperti apapun orang-orang berteriak, dan sudah dua petasan dilempar dekat gajah, hewan berkuping lebar itu bergeming. Si gajah terus mengambil kentang yang dimuat truk tersebut.

Dalam video tampak si gajah berhasil mengambil kentang, bahkan beberapa kentang sampai berceceran di jalan. Orang-orang yang sebelumnya berniat mengusir si gajah, kemudian membiarkan sang gajah melakukan aktivitasnya.

Diungkap The Dodo, meski video tersebut terlihat unik, namun hal itu menunjukkan habitat gajah yang semakin berkurang dan semakin dekat dengan manusia. Habitat yang terlalu dekat bisa membahayakan hewan. Terlalu dekat dengan ladang atau properti milik manusia bisa menjadi akhir hidup si hewan.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…