Ilustrasi bunuh diri (Dok/JIBI) Ilustrasi bunuh diri (Dok/JIBI/Solopos)
Sabtu, 5 Agustus 2017 10:19 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

BUNUH DIRI
Pencegahan Dilakukan dengan Kembali kepada UUD 1945, Ini Penjelasannya

Bunuh diri Gunungkidul perlu sebanyak-banyaknya dicegah

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya menekan angka bunuh diri yang masih tinggi. Terlebih meningkatnya tren anak usia muda untuk melakukan bunuh diri menjadi permasalahan yang harus segera diatasi.

Dalam diskusi yang berlangsung di ruang rapat satu Sekretariat Daerah Gunungkidul tersebut dihadiri sejumlah narasumber. Di antaranya dari Center for Public Mental Health Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), LSM Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji), dan Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Atasi Tren Bunuh Diri Usia Muda?
Ketua LSM Imaji, Joka Yanu Widiasta mengatakan, dari data yang dimiliki, kebanyakan pelaku bunuh diri berawal dari depresi. Hasil identifikasi tersebut diyakini menjadi faktor pemicu seseorang mengakhiri hidup.

“Cara antisipasinya dengan tindakan preventif penanganan . Jika kita berbicara bagaimana menurunkan angka bunuh diri, maka harus dilakukan tindakan preventif,” kata Jaka, Jumat (4/8/2017)

Preventif itu berupa pendidikan yang berisi pencegahan bunuh diri melalui semua pihak, milibatkan masyarakat, lembaga pendidikan pemerintah dan yang lain. Paling utama adalah memutus stigma bahwa tindakan bunuh diri itu terjadi karena lemah iman, miskin, sakit menahun atau lainnya.

Yang paling utama dalam menekan angka bunuh diri adalah pemerintah hendaknya kembali kepada UUD 194545, yakni Negara wajib melindungi rakyatnya. Misalnya, memberikan pelayanan kesehatan secara baik, pendidikan yang baik serta kepedulian setiap orang perorang.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, pemerintah telah membentuk satuan tugas (Satgas) berani hidup. Sebuah satgas yang didalamya berisi pejabat dan juga pemerhati bunuh diri.

“Kita memang harus melakukan aksi nyata untuk menekan  angka bunuh dri. Dan janji saya membentuk satgas bisa terelisasi dengan satgas berani hidup ini,” kata dia.

Lowongan Pekerjaan
Sales Lapangan FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dilema Suporter

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Suwarmin, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah suwarmin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Suporter adalah pemanis dalam permainan sepak bola. Tepuk tangan suporter, nyanyian mereka, gerak dan gesture mereka, bahkan lenguhan yang…