Penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono meninjau lahan relokasi warga terdampak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Desa Janten, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Jumat (24/2/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono meninjau lahan relokasi warga terdampak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Desa Janten, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Jumat (24/2/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 5 Agustus 2017 00:22 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BANDARA KULONPROGO
Batas Pengosongan Lahan Dibahas Pekan Depan

Bandara Kulonprogo, pengosongan lahan mungkin akan diperpanjang.

Solopos.com, KULONPROGO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo mempertimbangkan kembali perlunya pengajuan pemunduran batas waktu pengosongan lahan yang menjadi lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Hal itu segera didiskusikan bersama PT Angkasa Pura I.

Negosiasi pemunduran batas waktu pengosongan lahan bukanlah hal baru bagi Pemkab Kulonprogo. Awalnya, warga terdampak pembangunan bandara yang memilih relokasi hanya diberi waktu lima bulan untuk pindah setelah menerima uang ganti rugi dari PT Angkasa Pura. Saat itu, Pemkab Kulonprogo meminta perpanjangan waktu selama dua bulan hingga 10 Mei 2017 untuk menyiapkan lahan relokasi. Namun, persiapan pembangunan di lahan relokasi tidak berjalan mulus. Pemkab Kulonprogo lalu melakukan negosiasi ulang hingga akhirnya disepakati adanya tambahan waktu sampai 31 Juli 2017.

Hingga akhir Juli kemarin, warga terdampak tetap belum bisa pindah karena pembangunan di lahan relokasi belum rampung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulonprogo, Sukoco mengatakan belum ada hunian relokasi yang siap ditempati. Kondisi itu tidak hanya terjadi di relokasi yang menggunakan tanah kas desa, tetapi juga Pakualaman Grond (PAG).

“Mungkin akan minta perpanjangan waktu sampai akhir September besok,” kata Sukoco, Rabu (2/8/2017) kemarin.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengakui ada beberapa kendala dalam pembangunan di lahan relokasi. Dia sendiri memperkirakan pembangunan hunian relokasi masih butuh waktu setidaknya sampai akhir bulan ini. Hal itu jelas harus dibicarakan lebih lanjut dengan PT Angkasa Pura I.

“Saya akan rembuk bareng PT Angkasa Pura I pada Selasa (8/8/2017) minggu depan,” ujar Hasto, Jumat (4/8/2017).

Hotel Dinasty, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…