Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo (kanan) didampingi Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono menjajal alat e-retribusi dalam acara peluncuran program e-retribusi untuk Pasar Gede Hardjonagoro dan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan di lapangan parkir sisi barat Pasar Gede, Sabtu (1/10/2016). Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo (kanan) didampingi Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono menjajal alat e-retribusi dalam acara peluncuran program e-retribusi untuk Pasar Gede Hardjonagoro dan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan di lapangan parkir sisi barat Pasar Gede, Sabtu (1/10/2016). Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos
Sabtu, 5 Agustus 2017 07:35 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos Solo Share :

5 Pasar Solo Ini Segera Menyusul Terapkan E-Retribusi

Lima pasar di Kota Solo segera menerapkan pembayaran retribusi secara elektronik.

Solopos.com, SOLO — Lima pasar tradisional di Kota Solo sedang dipersiapkan untuk menerapkan pembayaran retribusi secara elektronik (e-retribusi). Penerapan e-retribusi di lima pasar tersebut dimulai bulan ini.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, kelima pasar tersebut adalah Pasar Nongko, Pasar Kembang, Pasar Kadipolo, Pasar Elpabes, dan Pasar Sidodadi. “Rencana untuk bulan ini lima pasar. Kami bekerja sama dengan BNI,” kata dia saat ditemui wartawan di Pasar Singosaren, Jumat (4/8/2017).

Saat ini ada sembilan pasar yang sudah menerapkan e-retribusi. Pasar tersebut di antaranya Pasar Burung dan Ikan Hias Depok, Pasar Singosaren, Pasar Ngudi Rejeki, Pasar Gede, Pasar Tanggul, Pasar Gading, Pasar Klewer, Pasar Bangunharjo, dan Pasar Sibela.

Penerapan e-retribusi kesembilan pasar tersebut bekerja sama dengan Bank Jateng dan BTN. Tahun ini, Dinas Perdagangan menargetkan e-retribusi dapat diterapkan di semua pasar di Solo. Ada 44 pasar tradisional di Solo saat ini.

Subagiyo mengatakan Disdag masih terus mengevaluasi pelaksanaan e-retribusi agar lebih baik. Menurutnya, ada beberapa hal yang masih menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.

Hal tersebut di antaranya perilaku pedagang yang belum terbiasa dengan penggunaan kartu e-retribusi, manajemen waktu untuk pelayanan petugas terhadap pedagang, serta penyesuaian sistem e-retribusi yang diinginkan pedagang.

“Perlu mengatur waktu yang tepat agar petugas dan pedagang bisa saling bertemu, misalnya untuk menabung atau top-up kartu. Selain itu perlu penyesuaian sistem sesuai karakter pedagang di masing-masing pasar. Misalnya ada pasar yang pedagangnya biasa bulanan, ada yang harian, dan sebagainya,” kata dia.

Sementara untuk masalah kepatuhan dan pengelolaan keuangan, menurut dia sejauh ini sudah bagus. Evaluasi lain yang dilakukan Pemkot adalah pada mekanisme pembayaran, penggunaan alat, serta masalah kenyamanan. “Ini terus kami evaluasi,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Nongko, Budiono, mengatakan sudah ada sosialisasi kepada para paguyuban pasar terkait penerapan e-retribusi tersebut. “Dari BNI juga sudah survei ke pasar. Kemarin juga sudah ada sosialisasi,” kata dia saat ditemui Solopos.com di Pasar Nongko, belum lama ini.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…