Petugas dan perawat satwa di Taman Wisata Umbul Madiun mencoba bermain-main dengan beruang madu yang menjadi salah satu koleksi di taman itu, Jumat (4/8/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Petugas dan perawat satwa di Taman Wisata Umbul Madiun mencoba bermain-main dengan beruang madu yang menjadi salah satu koleksi di taman itu, Jumat (4/8/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 4 Agustus 2017 17:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

WISATA MADIUN
Ada Singa dan Kukang, Taman Umbul Madiun Miliki 100 Satwa

Wisata Madiun, jumlah satwa yang ada di Taman Umbul Madiun lebih dari 100 ekor.

Solopos.com, MADIUN — Taman Wisata Umbul Madiun (Madiun Umbul Square) saat ini memiliki koleksi satwa lebih dari 100 ekor yang terdiri dari 18 jenis hewan. Pekan lalu, kebun binatang ini baru mendapat hibah dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur.

Pantauan Madiunpos.com di Taman Wisata Umbul Madiun, Jumat (4/8/2017) pagi, keeper kebun binatang itu membersihkan kandang dan hewan. Petugas juga sedang memberikan makanan kepada satwa-satwa dilindungi itu.

Seratusan satwa yang ada di taman tersebut antara lain ada singa, monyet, beruang madu, kasuari, elang Jawa, kuda, merak, blacan, musang, dan lainnya. Beberapa pengunjung juga terlihat melihat-lihat koleksi satwa di taman tersebut.

Kepala staf perawat hewan di Taman Wisata Umbul Madiun, Nuroini, mengatakan hingga kini kebun binatang Taman Umbul Madiun memiliki koleksi satwa sebanyak lebih dari 100 ekor. Satwa paling banyak yang menjadi koleksi taman ini yaitu burung kakaktua dan burung merak.

“Untuk singa, kita hanya memiliki satu ekor singa jantan. Namanya Tegar dan usianya sudah 18 tahun. Memang sudah tua ini, rambutnya banyak yang rontok,” kata dia saat ditemui, Jumat.

Dia menuturkan beberapa hari lalu pihaknya menerima hibah empat ekor hewan dari BKSDA Jatim yaitu sepasang kukang, owa Jawa, dan merak betina. Saat ini hewan-hewan tersebut masih dalam masa karantina di ruang khusus.

Nuroini menyampaikan setiap hari seluruh kandang di taman tersebut dibersihkan petugas. Untuk pemberian pakan yaitu dua kali dalam sehari yaitu pukul 9 pagi dan 2 siang. “Di kebun binatang ini ada empat petugas yaitu satu petugas kebersihan, satu petugas nutrisi, dan satu orang keeper satwa,” jelas dia.

Keeper satwa di Taman Umbul Madiun, Sinyo, mengatakan sebagai pawang satwa harus memiliki naluri dan mengetahui karakteristik setiap satwa. Hal ini karena setiap satwa memiliki karakter berbeda-beda.

“Jadi kita harus bisa memahami karakter satwa. Kalau kita salah memahami, bisa-bisa kita akan diserang oleh satwa tersebut,” kata dia.

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…