Pengunjung objek wisata Talang River berfoto di salah satu instalasi bambu dengan latar pemandangan gunung Merapi, di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Rabu (2/8/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) Pengunjung objek wisata Talang River berfoto di salah satu instalasi bambu dengan latar pemandangan gunung Merapi, di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Rabu (2/8/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 4 Agustus 2017 15:15 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

WISATA KLATEN
Pengunjung Keluhkan Minimnya Fasilitas Umum di Talang River

Wisata Klaten, pengunjung mengeluhkan minimnya fasilitas umum di Talang River.

Solopos.com, KLATEN — Beberapa wisatawan mengeluhkan minimnya fasilitas umum di objek wisata Talang River, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten. Pengunjung juga meminta instalasi bambu di kawasan itu diperbarui.

Salah satu pengunjung Talang River, Chepty Laksmita, 19, warga Kampung Mangkuyudan, Kelurahan Purwosari, Laweyan, Solo, mengatakan sempat takut saat hendak menaiki salah satu instalasi bambu untuk berfoto.

“Instalasi sering bunyi berdecit dan di beberapa bagian ada yang terlihat kendur,” ujarnya saat ditemui di Kali Talang, Rabu (2/8/2017). Dia menilai Instalasi bambu itu perlu diperbarui.

Tak hanya itu, Chepty berharap gazebo yang ada di lokasi bisa ditambah. Hal itu untuk mempermudah pengunjung berteduh baik saat panas maupun turun hujan. Minimnya gazebo juga membuat pengunjung merasa terasing berada di sana. “Jadi kelihatan sepi di sini. Kalau ada gazebo lebih enak buat ngobrol sambil menikmati hawa gunung,” harap dia.

Wisatawan lain, Dias Cerismonica, 19, warga Dukuh Sidokerto, Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, mengeluhkan jalan setapak dari lokasi parkir menuju objek wisata terlalu jauh dan licin. Jalan itu berupa tanah yang dirapikan dan menanjak.

Ia berharap motor bisa parkir lebih dekat. “Tadi jalannya ke sini jauh banget dan licin. Semoga jalan menuju ke sini bikin diperkeras supaya lebih nyaman,” tutur dia.

Dias juga mengeluhkan objek wisata yang dibuka pada Februari lalu ini tak memilki fasilitas toilet. Padahal, hawa di lokasi itu tergolong dingin sehingga intensitas buang air kecil tinggi. “Saya juga bingung ini kok enggak ada toilet. Tadi di bawah enggak ada,” tutur Dias.

Wisatawan asal Bantul, DIY, Reza Ahmad Fathurrohman, 19, berharap pengelola bisa menggelar promosi lebih gencar lagi. Ia mengakui kedatangannya ke Talang River lantaran penasaran seusai diberi tahu teman dan membaca di media sosial.

“Lalu ke sini karena saya penasaran. Yang penting promosinya diperkuat lagi supaya lebih banyak pengunjung dan lebih ramai di sini,” ujar Reza.

Lowongan Pekerjaan
PT. MEGA KHARISMA PACKINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…