Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memamerkan penghargaan Adipura yang diraih Kota Semarang melalui akun Instagramnya, Kamis (3/8/2017). (Instagram-@hendrarprihadi) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memamerkan penghargaan Adipura yang diraih Kota Semarang melalui akun Instagramnya, Kamis (3/8/2017). (Instagram-@hendrarprihadi)
Jumat, 4 Agustus 2017 08:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

WALI KOTA SEMARANG
Pamer Adipura, Hendi Dikritik

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi yang memamerkan piala Adipura justru menuai kritikan warganet.

Semarangpos.com. SEMARANG – Kota Semarang kembali meraih penghargaan Adipura kategori Kota Metropolitan. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang memamerkan prestasi Kota Semarang melalui akun media sosialnya justru mendapatkan kritikan dari warganet.

Di grup Facebook Media Informasui Kota Semarang (MIK Semar), sebagian warganet tampaknya tak senang dengan prestasi yang dipamerkan wali kota Semarang itu. Mereka menganggap Hendi—sapaan akrab wali kota Semarang—hanya mementingkan kebersihan dan pembangunan di pusat kota dan tak sampai di daerah pinggiran.

Kritikan itu dipicu pengguna akun Facebook Purnomo Budi Setiyawan yang membagikan kiriman Hendi ke dinding grup Facebook tersebut, Kamis (3/7/2017). “Bersih kotanya. Adem warganya. Hebat wali kotanya. Pertahankan!” ungkap pengguna akun Facebook Purnomo Budi Setiyawan.

Warganet yang mengaku sebagai warga Kota Semarang yang tinggal di kawasan pinggiran lantas melontarklan kritikan terhadap sang wali kota. “Halah sing pencitraan ming tengah kota. Pinggiran merana [Yang dijadikan pencitraan hanya kawasan tengah kota, pinggiran merana],” ungkap pengguna akun Facebook Bayu.

Walikota ne Ki durong hebat lhur. Dalan Pengkol Rowosari Tembalang jek Wadas watu wae Ra iso ndandani kok hebat. Kecuali Nek wes di cor po aspal kwi gek hebat lhur walikota ne [Wali kotanya belum hebat. Jalan Rowosari, Tembalang belum dicor. Jika sudah dicor baru hebat],” tulis pengguna akun Facebook Agus Poenyae Indah.

“Bersih kotanya? Serius nanya? Berarti Semarang yang dinilai cuma yang tengah kota? Yang pinggiran enggak ikut Semarang?” tulis pengguna akun Facebook Teguh Poery.

Meski demikian, sebagian warganet lainnya merasa girang mengetahui Kota Semarang berhasil meraih penghargaan Adipura. Mereka berharap warga Kota Semarang dapat turut berkontribusi menjaga lingkungan agar penghargaan tersebut dapat dipertahankan.

Terlepas dari komentar dan kritikan warganet itu, walin kota Semarang tersebut mengungkapkan bahwa penghargaan Adipura telah berhasil diraih Kota Semarang ebanyak enam kali berturut-turut. “Alhamdulilah. Tadi malam Kota Semarang menerima Piala Adipura untuk ke-6 kalinya,” tulis Hendi melalui akun Instagramnya. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangopos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…