Ilustrasi uang palsu (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi uang palsu (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 4 Agustus 2017 09:22 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

UANG PALSU BANTUL
Siapa yang Menempatkan Upal di ATM?

Uang palsu Bantul diselidiki polisi

Solopos.com, BANTUL —  Kepolisian Bantul memeriksa sejumlah bank dan perusahaan yang mendistribusikan uang ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM), menyusul temuan uang palsu di ATM milik salah satu bank pelat merah di Bantul beberapa waktu lalu.

Baca Juga : UANG PALSU BANTUL : Soal Upal dari ATM, Polisi Periksa Bank Mandiri

Pakar ekonomi perbankan Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) Ahmad Ma’ruf mengatakan, banyak kemungkinan yang terjadi dari temuan uang palsu tersebut. Bisa saja kata dia, penempatan uang palsu di ATM akibat ulah perorangan namun bisa juga dilakukan secara berjemaah atau tersistem.

“Kedua kemungkinan itu bisa terjadi,” kata Ahmad Ma’ruf, Kamis (3/8/2017).

Temuan itu kata dia menegaskan, uang yang ada di bank tidak dapat dijamin keasliannya. Masih ada celah kejahatan yang dapat merugikan nasabah. Selama ini, akses dan kontrol masyarakat terhadap bank sangat lemah.

Segala sesuatu terkait uang masuk dan keluar ke bank hanya diketahui oleh otoritas perbankan.

“Masyarakat setor uang ke perbankan asli, tapi ketika mereka mengeluarkan lewat ATM, kita mana tahu itu asli atau enggak. Karena posisi bank itu lebih berkuasa daripada masyarakat atau nasabah,” jelasnya.

Sejatinya, kasus uang palsu bukan kali ini saja terjadi. Pada waktu-waktu sebelumnya kabar penemuan uang palsu juga pernah mencuat ke publik, menandakan ada celah kejahatan dan ketidakberesan pengelolaan perbankan di Tanahair. Ke depan ia menyerankan, bank harus memperketat prosedur pengawasan penempatan atau pengeluaran uang dari ATM agar nasabah tak lagi dirugikan.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…