Hasil capture status pengguna akun Facebook Achmad Fuad Hamzah yang menunjukkan penyembelihan anjing. (Facebook.com-Meika Yuni L) Hasil capture status pengguna akun Facebook Achmad Fuad Hamzah yang menunjukkan penyembelihan anjing. (Facebook.com-Meika Yuni L)
Jumat, 4 Agustus 2017 17:38 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

TRENDING SOSMED
Pamer Sembelih Anjing di Medos, Pria Ambarawa Ini Dicibir

Trending sosmed kali ini tentang seorang pria yang dicibir lantaran memamerkan penyembelihan anjing melalui akun Facebooknya.

Solopos.com, UNGARAN – Seorang pria pengguna akun Facebook Achmad Fuad Hamzah yang mengaku sebagai warga Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ramai dibicarakan khalayak dunia (netizen) di media sosial atau juga kerap disebut sebagai trending sosmed. Pria itu ramai dibicarakan netizen setelah mengunggah foto-foto yang menunjukkan beberapa orang sedang menyembelih seekor anjing.

Trending sosmed itu kali pertama diungkapkan pengguna akun Facebook Meika Yuni L di dinding grup Facebook Ambarawa, Kamis (3/7/2017). “Emboh endi seng uwong endi seng kewan. Miris banget weroh wit gedang rupo uwong, nduwe jantung ra nduwe ati [Bingung, mana yang manusia, mana yang binatang. Miris melihat pohon pisang berwujud manusia, punya jantung tak punya hati],” tulisnya dengan menyertakan hasil print-screen sebuah status dari pengguna akun Facebook Achmad Fuad Hamzah.

Dari foto yang diunggah pengguna akun Facebook Achmad Fuad Hamzah memang terlihat beberapa orang sedang menyembelih anjing berwarna putih. Namun pengguna akun Facebook Achmad Fuad Hamzah menganggapnya sebagai domba. “Tarik tambang, Domba gibas,” tulisnya pada keterangan foto.

Tak pelak kiriman pengguna akun Facebook Achmad Fuad hamzah itu mengundang kritikan dan cibiran dari warganet. Mereka menganggap aktivitas menyembelih anjing yang dipamerkan itu cukup sadis. “Ben dienteni karmane leh nyikso kewan. Wong2 cluthaak ngene ki. Ben leh dpangan kui go sangu penyakit sak rekasane. Kirike luih kajen timbang leh nyikso kui [Biarkan saja, ditunggu karma menyiksa hewan. Biarkan mereka memakannya, akan menjadi penyakit. Anjingnya lebih terhormat dibanding yang menyiksa,” tulis pengguna akun Facebook Anastasya Tia.

Pakanane iwak asu ,uteke yo podo mbe asu. Btw kui wong ngendi to ? Mesti gaweane berburu. Didelok sko ftone kui ndak coro matenane disikso sek ? Soale meh tk buka gmbare wes dihapus post.e [Makanannya daging anjing, cara berpikirnya seperti anjing.Orang mana itu? Pasti kerap berburu. Dilihat dari fotonya itu cara membunuh anjingnya disiksa terlebih dahulu atau bagaimana? Gambar di akun Facebooknya sudah dihapus],” ungkap pengguna akun Facebook Thaa Khim Jr.

Kebanyakan netizen yang mengaku merasa geram pun sangat ingin melaporkan orang-orang yang mereka anggap telah menyiksa anjing itu kepada komunitas pencinta anjing. Sayang, kiriman asli di akun Facebook Achmad Fuad Hamzah sudah lenyap.

Sementara itu, pengguna akun Facebook Ahmad Fuad Hamzah, melalui keterangan pada akun Facebooknya, mengaku sebagai warga Ambarawa. Cibiran di dinding akun Facebook Ahmad Fuad Hamzah juga ramai dolantarkan warganet meski foto-foto penyembelihan anjing telah dihapus. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

STAFF MARKETING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…