Berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Kulonprogo tampak ikut dipasarkan melalui Toko Milik Rakyat (Tomira) di wilayah Sentolo, Kulonprogo. Foto diambil pada 12 Juni 2017 lalu. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Kulonprogo tampak ikut dipasarkan melalui Toko Milik Rakyat (Tomira) di wilayah Sentolo, Kulonprogo. Foto diambil pada 12 Juni 2017 lalu. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 4 Agustus 2017 19:55 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Toko Modern Harus Jual Produk Lokal

Pemkab Kulonprogo berupaya mengembangkan jaringan pemasaran produk lokal

Solopos.com, KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo berupaya mengembangkan jaringan pemasaran produk lokal. Sebanyak 26 toko modern diminta berkomitmen untuk memasukkan produk buatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kulonprogo pada rak penjualan mereka.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, implementasi Peraturan Daerah (Perda) No.5/2016 tentang Perlindungan Produk Lokal perlu dioptimalkan. Seiring dengan hal itu, Pemkab Kulonprogo juga terus berusaha menegakkan Perda No.11/2011 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. “Dia [toko modern] harus komit dengan perda kita,” kata Hasto, Kamis (3/8/2017).

Hasto mengungkapkan sebanyak 26 toko modern telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkab Kulonprogo. Dokumen itu menjadi bukti dari komitmen mereka dalam mendukung pemasaran produk lokal Kulonprogo.

“Ini bisa dibilang memaksa biar dia mengisi dengan barang-barang dan produk lokal. Setelah ini akan kami cek apakah hal itu benar-benar dilaksanakan, biar tidak cuma stempel saja,” ujar Hasto.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Kulonprogo, Sri Harmintarti mengatakan, jumlah UMKM di Kulonprogo diketahui mencapai 34.029 unit pada 2016, lebih banyak dibanding tahun sebelumnya sebanyak 33.784 unit. Perkembangan tersebut sudah semestinya didukung dengan perluasan jaringan pemasaran produk lokal, khususnya melalui kerja sama dengan toko modern.

Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo telah melakukan sosialisasi kepada para pengusaha atau pengelola toko modern di Kulonprogo. Selama ini mereka sebenarnya sudah memberikan ruang yang cukup bagi berbagai produk lokal.

Hanya saja, banyak diantara produk itu yang diketahui merupakan buatan UMKM luar Kulonprogo. Mereka kemudian diberi pemahaman jika yang diharapkan Pemkab Kulonprogo adalah memberikan kesempatan lebih banyak kepada produk buatan UMKM lokal Kulonprogo.

Jumlah toko modern di Kulonprogo mencapai lebih dari 100 unit. Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo menargetkan semuanya bisa menjual produk lokal buatan UMKM Kulonprogo. Meski begitu, realisasinya dilaksanakan secara bertahap dan sudah dimulai dengan penandatangan nota kesepahaman bersama 26 toko modern.

“Sementara ini kami menyasar toko yang besar-besar dulu, seperti Tomira dan toko berjejaring,” ucap Harmintarti.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…