Ilustrasi gila belanja (Pinterest) Ilustrasi gila belanja (Pinterest)
Jumat, 4 Agustus 2017 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Fokus Share :

TIPS KEUANGAN
3 Kesalahan Kredit Ini Bikin Hidup Makin Runyam

Tips keuangan kali ini tentang 3 kesalahan fatal memakai uang kredit yang membuat hidup makin runyam.

Solopos.com, SOLO – Biaya hidup yang semakin mahal diiringi dengan banyaknya kebutuhan menjadi masalah utama yang dihadapi banyak orang di zaman modern ini. Kesulitan ekonomi itu terkadang membuat mereka harus mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan. Meski terlihat simpel, ternyata proses mengajukan pinjaman itu tak semudah yang Anda bayangkan.

Ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi agar permohonan pinjaman itu dikabulkan. Proses ini akan semakin rumit apabila yang Anda ajukan adalah pinjaman dengan agunan. Jenis pinjaman yang satu ini bisa didapatkan dengan cara menjaminkan aset berharga milik Anda ke lembaga keuangan yang  dituju.

Sayangnya, setelah semuanya beres, kebanyakan orang malah melakukan kesalahan dalam mengelola dana pinjaman itu. Alhasil, pinjaman yang semestinya berguna malah jadi malapetaka bagi kehidupan. Tahukah Anda? Apa sajakah kesalahan umum yang dilakukan seseorang setelah mendapat dana hasil pinjaman dengan agunan? Simak ulasan yang dihimpun Solopos.com dari Personal Money Service, Selasa (1/8/2017), berikut:

Gila belanja

Kesalahan umum yang dilakukan seseorang setelan dana pinjamannya cair adalah gila belanja. Banyaknya uang di tangan biasanya membuat Anda mudah tergiur untuk membelanjakannya dan mengabaikan beberapa hal yang sudah direncanakan. Misalnya, uang dari hasil menjaminkan sertifikat rumah yang semestinya dipakai untuk biaya pengobatan atau kuliah, malah Anda hamburkan untuk membeli perabot baru, kendaraan, hingga perhiasan.

Alhasil, saat hendak membayar biaya kebutuhan mendesak itu Anda akan kebingungan. Perilaku boros semacam itu memang umum terjadi pada seseorang yang baru merasakan punya banyak uang. Agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya buatlah rencana pemakaian uang itu dan laksanakan dengan baik.

Mengajukan pinjaman lagi

Jika uang pinjaman sudah terlanjur dipakai untuk berbelanja, sementara biaya kebutuhan mendesak itu belum cukup, biasanya seseorang akan mengajukan pinjaman lagi. Hal ini memang sangat umum terjadi, seperti kata pepatah gali lubang tutup lubang. Dalam keadaan terjepit, bukan tak mungkin Anda mengajukan pinjaman lagi dengan menjaminkan aset berharga lainnya yang membuat beban makin bertambah.

Tidak disiplin membayar cicilan

Kesalahan terakhir yang sering dilakukan adalah tidak disiplin membayar cicilan. Kebanyakan orang biasanya mengajukan pinjaman dalam keadaan terhimpit tanpa memikirkan besarnya cicilan yang ditanggung setiap bulan. Jika dibiarkan berlarut-larut, lama-kelamaan aset yang Anda jaminkan itu akan disita oleh bank.

Oleh sebab itu, perhatikanlah besaran cicilan yang ditanggung sebelum mengajukan pinjaman tersebut. Pilihlah bank yang menawarkan kredit dengan cicilan rendah. Tenang saja, Anda tak perlu repot mendatangi semua bank untuk membandingkan kredit yang ditawarkan. Hal itu bisa Anda lakukan dengan mudah dan cepat dengan duduk manis di rumah. Mau tahu caranya?

Silakan klik Cekaja.com. Situs yang satu ini menyediakan informasi lengkap tentang segala jenis kredit yang ditawarkan beberapa bank terkemuka. Anda bisa membandingkan besaran cicilan kredit yang ditawarkan dengan mudah. Tak hanya itu, Anda juga bisa sekaligus mengajukan permohonan kredit lewat situs ini. Tinggal klik bank mana yang dituju, dan biarkan pihak Cekaja.com meneruskan permohonan kredit Anda. Mudah dan simpel bukan? Berminat mengajukan pinjaman? Ingat Cekaja.com. 

 

CV.MULTIKOMUNIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…