Monyet dari TSTJ Solo didatangkan ke Karanggede untuk memancing monyet-monyet liar yang meresahkan warga, Jumat (4/8/2018). (Istimewa) Monyet dari TSTJ Solo didatangkan ke Karanggede untuk memancing monyet-monyet liar yang meresahkan warga, Jumat (4/8/2018). (Istimewa)
Jumat, 4 Agustus 2017 18:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

SATWA LIAR BOYOLALI
Atasi Serangan Monyet, Warga Minta Bantuan Orang Suku Dayak

Satwa Boyolali, warga Karanggede meminta bantuan orang dari suku Dayak untuk mengatasi serangan monyet kian buas.

Solopos.com, BOYOLALI — Berbagai upaya terus dilakukan warga dan pihak-pihak terkait untuk mengatasi serangan monyet buas di wilayah Karanggede dan Kemusu, Boyolali. Selain mengerahkan sepuluh petugas bersenjata dari TNI-Polri, warga juga meminta bantuan warga Suku Dayak.

Salah satu anggota tim penanggulangan serangan monyet buas di Karanggede, Sukimin, telah menjalin komunikasi intens dengan pihak-pihak yang memiliki ikatan dengan warga Suku Dayak. Suku Dayak tersebut, menurut Sukimin, diyakini memiliki keahlian khusus dalam menangani monyet-monyet buas yang selama ini meneror warga setempat. (Baca juga: Korban Serangan Monyet Terus Berjatuhan, Penembak Jitu Kembali Disiagakan)

Terkait bagaimana teknik dan metodenya, Sukimin menyerahkan sepenuhnya kepada orang Suku Dayak. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang pernah mengalami kasus serupa. Sekarang sedang diupayakan mendatangkan warga Suku Dayak Kalimantan ke sini,” ujar Sukimin kepada Solopos.com, Jumat (4/8/2017).

Sukimin bersama petugas lainnya sudah mencoba berbagai macam cara untuk mengusir dan memberantas monyet-monyet liar di wilayah Karanggede dan Kemusu. Namun, upaya itu belum memberikan hasil signifikan.

Selain keberadaan monyet yang susah diketahui, wilayah yang luas juga membuat upaya mendeteksi keberadaan binatang jenis primata itu kian sulit. “Seribu cara sudah kami terapkan. Mulai pasang jebakan, tembakan mati, pancingan, hingga kami tunggui siang malam. Tapi, serangan monyet malah kian menggila,” papar Kepala Desa Sendang, Karanggede, itu.

Sejak Kamis (3/8/2017) lalu, sepuluh petugas dari TNI-Polri, Perbakin, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah membuka posko dan berjaga siang malam. Mereka dipersenjatai senapan untuk menembak monyet-monyet yang terlihat di wilayah.

“Sepuluh petugas regu tembak dibagi dua pos. Pos pertama di Desa Sendang, pos kedua di Desa Bangkok. Seekor monyet dari Taman Satwa Taru Jurug [TSTJ] juga didatangkan ke lokasi untuk memancing kedatangan monyet liar,” kata dia.

Monyet dari TSTJ itu juga pernah didatangkan ke lokasi yang sama dalam perburuan monyet beberapa bulan sebelumnya. “Selama dua hari ini, petugas sudah melihat ada beberapa monyet yang menampakkan diri. Namun, monyet itu belum berhasil ditembak karena sembunyi dan bergerak cepat,” terangnya.

Petugas BKSDA, Slamet Sukeri, memprediksi kawanan monyet akan semakin banyak turun ke ladang, sawah, dan permukiman warga memasuki musim kemarau. Untuk itulah, warga diminta waspada, mengandangkan ternak-ternaknya, serta tak sendirian ketika berkebun atau berladang.

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…