Mbah Parmo, 82, terluka tangannya akibat serangan monyet liar di Desa Bangkok, Karanggede, Selasa (1/8/2017) lalu. (Istimewa) Mbah Parmo, 82, terluka tangannya akibat serangan monyet liar di Desa Bangkok, Karanggede, Selasa (1/8/2017) lalu. (Istimewa)
Jumat, 4 Agustus 2017 08:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

SATWA LIAR BOYOLALI
Antisipasi Serangan Monyet, Warga Karanggede Diminta Kandangkan Ternak

Satwa liar Boyolali, BKSDA meminta warga Karanggede mengandangkan ternak mereka agar tak diserang monyet.

Solopos.com, BOYOLALI — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) meminta warga Karanggede dan Kemusu, Boyolali, mengandangkan ternak-ternak mereka dan tak melepasnya di luar. Hal itu untuk mencegah ternak tersebut diserang kawanan monyet liar.

“Kami imbau agar warga mengandangkan ternak. Jangan sampai memancing monyet liar turun yang bisa membahayakan keselamatan warga,” ujar petugas dari BKSDA, Slamet Sukeri kepada Solopos.com, Kamis (3/8/2017). (Baca juga: Korban Serangan Monyet Terus Berjatuhan, Penembak Jitu Kembali Disiagakan)

Slamet juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan. Ia tak merekomendasikan warga beraktivitas sendirian di kebun atau tempat sepi. Hal itu bisa memancing monyet liar untuk menyerang secara brutal kepada warga.

“Jangan beraktivitas sendirian di luar rumah, baik di kebun atau di sawah. Ini berpotensi memancing monyet menyerang,” terangnya.

Slamet juga meminta warga tak lupa menutup pintu dan jendela rumah, terutama rumah yang dekat hutan. Monyet liar tak menutup kemungkinan masuk ke rumah dan melukai penghuni rumah.

“Kalau melihat monyet, segera menghubungi petugas di kelurahan atau polisi. Jangan sendirian menghadapi monyet, terutama warga lansia atau anak-anak,” terangnya.

Imbauan serupa disampaikan Camat Karanggede, Ariyuwono. Ari mengingatkan serangan monyet liar dan buas akhir-akhir ini kian ganas. Ia meminta warga, khususnya yang tinggal di tepi sawah atau kebun, agar tetap mewaspadai kedatangan monyet. “Warga harus hati-hati, khususnya di tepi sawah atau kebun,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, serangan monyet liar di Karanggede dan Kemusu, Boyolali, tak kunjung mereda. Bahkan, dalam dua hari terakhir dua warga kembali diserang monyet liar hingga terluka cukup parah.

Tim pemburu monyet liar Karanggede, Sukimin, mengatakan korban terakhir adalah kakek lanjut usia (lansia), Mbah Parmo, 82. Korban asal Desa Bangkok, Karanggede, tersebut mendapatkan 42 jahitan di lengan kanannya akibat cakaran dan gigitan monyet liar saat rebahan di teras rumahnya. Korban diserang pada Selasa (1/8/2017) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Insiden yang menimpa Mbah Parmo ini hanya berselang satu hari setelah sebelumnya monyet liar menyerang warga Kauman, Kemusu, di lengan kaki kirinya. Atas serangkaian insiden itu, Sukimin langsung mengontak jajaran polisi, koramil, serta penembak dari Perbakin dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

“Dalam sepekan ke depan, satuan dari polisi, TNI, BKSDA, Perbakin akan kembali menggelar perang terbuka melawan monyet liar. Kami dengan senang hati menyiapkan penginapan selama sepekan ke depan,” ujar Kades Sendang itu.

 

CV.MULTIKOMUNIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…