Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo bersama anggota Linmas menata parkir kendaraan roda dua di Jl. Gatot Subroto, Singosaren, Solo, Jumat (6/1/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo bersama anggota Linmas menata parkir kendaraan roda dua di Jl. Gatot Subroto, Singosaren, Solo, Jumat (6/1/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 4 Agustus 2017 06:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PERPARKIRAN SOLO
Pagi Ini Diluncurkan, Ini Keuntungan Parkir E-Money bagi Masyarakat

Perparkiran Solo, Dishub menyebut parkir e-money menguntungkan masyarakat.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo bakal memberlakukan sistem e-money dalam pelayanan parkir elektronik di koridor Jl. Gatot Subroto (Gatsu), Kemlayan, Serengan, pada Jumat (4/8/2017) pagi.

Kabid Perparkiran Dishub Solo, Moch. Usman, mengatakan penerapan sistem parkir elektronik berbasis e-money menguntungkan bagi masyarakat. Masyarakat selaku pengguna jasa parkir dipastikan akan mendapat kejelasan bukti pembayaran retribusi parkir saat diterapkan sistem parkir e-money. (Baca juga: Begini Mekanisme Parkir E-Money di Jl. Gatsu)

Bukti pembayaran tersebut bisa mengurangi kesalahpahaman yang mungkin terjadi antara pengguna jasa parkir dengan petugas parkir apalagi dalam pemberlakukan tarif progresif. “Penerapan sistem parkir elektronik berbasis e-money bisa menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan, seperti keluhan masyarakat yang berkaitan dengan besaran retribusi parkir. Tarif parkir di Gatsu ini kan berlaku progresif. Dengan adanya bukti pembayaran retribusi parkir yang jelas, kesalahpahaman bisa dicegah,” kata Usman saat ditemui Solopos.com di Kantor Dishub Solo, Kamis (3/8/2017).

Usman menyampaikan selama ini sering terjadi kesalahpahaman antara petugas parkir dengan pengguna jasa parkir dalam pembayaran tarif parkir progresif dikarenakan tidak ada bukti autentik tentang durasi parkir. Jadi, kata dia, penerapan sistem parkir elektronik berbasis e-money diharapkan bisa meningkatkan pelayanan jasa parkir yang aman, nyaman, tertib, teratur, dan akurat bagi masyarakat pengguna jasa parkir di Kota Bengawan.

“Penerapan sistem parkir e-money ini kami gunakan untuk memberikan sosialisasi dan pembelajaran kepada masyarakat agar mulai membiasakan diri membayar parkir dengan cara nontunai. Pembayaran secara e-money juga menguntungkan bagi pemerintah daerah karena bisa mengurangi potensi terjadinya kebocoran pendapatan asli daerah dari penerimaan retribusi parkir,” jelas Usman.

Usman berharap masyarakat bisa mempunyai kartu e-money guna memaksimalkan ketersediaan layanan parkir elektronik berbasis e-money di Solo. Penyedia alat parkir elektronik berbasis e-money di koridor Gatsu itu dari BRI. Dia mengarahkan masyarakat agar mengakses kepemilikan kartu Brizzi.

Kartu tersebut bisa didapat atau dibeli di bank BRI hingga minimarket terdekat. Namun, jika belum mempunyai kartu Brizzi, Usman menyebut masyarakat tetap masih boleh parkir di lokasi parkir e-money.

“Jika enggak punya e-money, masyarakat bisa menggunakan kartu debet dan kartu kredit untuk di-tapping ke alat parkir elektronik. Jika tidak punya semua kartu tersebut, masyarakat sementara bisa membayar menggunakan uang tunai kepada petugas parkir. Petugas parkir yang akan melakukan tapping menggunakan kartu mereka. Jadi pengguna jasa parkir tinggal mengganti uang kepada petugas parkir sesuai yang tercantum di bukti pembayaran,” jelas Usman.

Kasi Parkir Umum dan Khusus Dishub, Hendry Satya Negara, mengatakan pemberlakuan sistem elektronik berbasis e-money baru dilakukan di dua lokasi, yakni pelataran Pasar Singosaren dan tepi Jl. Gatot Subroto segmen 1 (simpang empat Singosaren-Hotel Amarelo). Hendry membenarkan peran petugas parkir masih cukup dominan dalam penerapan sistem parkir e-money.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com dari Dishub, launching penerapan sistem elektronik berbasis e-money bakal dilakukan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, Jumat pukul 09.30 WIB.

Acara launching bakal dihadiri perwakilan Bank Indonesia selaku fasilitator dan penggerak program elektronifikasi serta BRI Solo Sudirman selaku penyedia alat parkir elektronik berbasis e-money. Secara simbolis launching akan dilakukan Wali Kota dengan menyematkan rompi parkir merah kepada petugas parkir dan membuka selubung mesin parkir elektronik.

 

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…