Dua petugas medis RSUD Sragen memeriksa kondisi mayat laki-laki misterius yang ditemukan di Dukuh Gondang RT 011, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Dua petugas medis RSUD Sragen memeriksa kondisi mayat laki-laki misterius yang ditemukan di Dukuh Gondang RT 011, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 4 Agustus 2017 16:02 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENEMUAN MAYAT SRAGEN
Polisi Kesulitan Usut Identitas Jenazah Pria Kaki dan Terikat di Kedawung

Penemuan mayat Sragen, polisi melakukan berbagai upaya mengusut identitas mayat di Kedawung.

Solopos.com, SRAGEN — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen kesulitan mengungkap kasus temuan mayat pria dengan kaki dan tangan terikat yang menggegerkan warga di sekitar alas karet Kebon Kupluk, Dukuh Gondang RT 011, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017).

Penyelidikan yang dilakukan polisi masih gelap karena tidak ditemukan kartu identitas korban dan tidak ditemukan bukti yang mengarah pada pelaku. Mayat tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Olah kejadian perkara di lokasi kejadian yang dipimpin Wakapolres Sragen Kompol Danu Pamungkas Totok didampingi Kasatreskrim AKP Dimas Bagus Pandoyo dan Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo pada Jumat pagi belum menemukan titik terang. Mereka hanya menemukan mayat dalam kondisi terikat tali dan lakban.

Kaki korban diikat di dua bagian, yakni di atas mata kaki diikat tali dan lakban serta lutut diikat tali warna putih. Kedua tangan juga diikat menggunakan lakban.

Mulut dibungkam dengan tali kemudian ditutup lakban sampai menutupi hidungnya. Kedua matanya pun ditutup dengan bahan semacam lakban berwarna cokelat.

Mayat laki-laki itu ditemukan di tegalan dekat alas karet. Ciri-ciri mayat itu bertinggi badan 160 sentimeter, berkumis tebal, berambut cepak, dan berkulit sawo matang. Ia mengenakan kemeja pendek bergaris kombinasi biru, putih, dan hitam serta bercelana jeans pendek warna biru.

Pria itu ditemukan dalam kondisi terbaring dengan posisi tangan di atas perut. Mayat itu ditemukan seorang warga setempat yang juga pemilik kebun, Suradi, 60, pada pukul 05.15 WIB.

Kemudian Suradi memberitahukan penemuan mayat itu kepada Suharto, warga Desa Bendungan, Kedawung, yang kebetulan sedang nderes karet di dekat lokasi kejadian. Mereka kemudian melaporkan temuan mayat itu kepada Ketua RT setempat, Sunarso.

“Pada pukul 05.30 WIB, Sunarso melaporkan kejadian itu ke Polsek Kedawung. Saya bersama lima anggota Polsek langsung ke lokasi kejadian. Ternyata kondisinya laki-laki yang terbaring itu memang sudah meninggal dunia. Kami pun menghubungi Polres Sragen. Tim dari Polres di bawah pimpinan Wakapolres datang ke lokasi untuk olah kejadian perkara,” ujar Kapolsek Kedawung, AKP Bambang Susilo, Jumat.

Olah tempat kejadian perkara disaksikan puluhan warga setempat. Polisi harus memasang police line untuk mensterilkan lokasi penemuan mayat itu. Setelah selesai, mayat pria misterius itu dievakuasi dengan menggunakan ambulans Puskesmas Kedawung berpelat nomor AD 1959 E.

Mayat dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen oleh petugas Puskesmas Kedawung. Setelah diperiksa tim medis, kemudian mayat dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk diautopsi.

“Kami masih menyelidiki kasus itu. Yang jelas jenazah korban sudah dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk diautopsi. Identitas dan bukti lain sama sekali tidak ada dan masih gelap. Warga setempat tidak ada yang mengenal korban,” kata Kasatreskrim AKP Dimas Bagus Pandoyo.

Namun, Dimas menambahkan ada warga yang mengaku mendengar ada mobil lewat dengan kecepatan tinggi di jalan pinggir tegalan itu sekitar pukul 02.00 WIB. Dimas masih mendalami kesaksian warga tersebut.

Dia menduga korban sengaja dibunuh oleh pelaku yang jumlahnya lebih dari satu orang. Dari bukti ikatan tangan dan kaki korban, Dimas menduga pelaku sudah merencanakan hal itu. Korban meninggal dunia diduga karena kehabisan oksigen.

“Kami hanya berharap ada warga di wilayah Sragen maupun Karanganyar segera melapor ke Polres Sragen bila ada yang kehilangan anggota keluarga. Lokasi kejadian itu merupakan wilayah perbatasan Sragen dan Karanganyar,” tuturnya.

Setelah kejadian itu, foto korban sudah menyebar di aplikasi messenger seperti Whatsapp (WA). Banyak spekulasi yang muncul di WA. Ada yang menduga mayat itu warga Srimulyo, Gondang, Sragen.

Namun dugaan itu dibantah Kepala Desa Srimulyo, Gondang, Sri Nardi. Dia menyatakan warga Srimulyo tidak ada yang kehilangan keluarga dan tidak mengenali identitas mayat korban. Ada juga yang menduga korban dari Kebakkaramat, Karanganyar, tetapi dugaan itu pun dibantah anggota dalam grup WA itu.

 

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…