Polisi mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan di pinggiran alas karet di Dukuh Gondang, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Polisi mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan di pinggiran alas karet di Dukuh Gondang, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 4 Agustus 2017 11:23 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENEMUAN MAYAT SRAGEN
Jenazah Pria Kaki dan Tangan Terikat di Kedawung Diduga Korban Pembunuhan

Penemuan mayat Sragen, polisi menduga jenazah pria di Kedawung korban pembunuhan.

Solopos.com, SRAGEN — Pihak kepolisian menduga jenazah pria yang ditemukan di pinggiran alas karet di Dukuh Gondang, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali dan lakban serta mulut dan hidung terlakban, Jumat (4/8/2017) pagi merupakan korban pembunuhan.

“Dari kondisi korban indikasi mengarah pada pembunuhan,” kata Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi solopos.com, Kamis pagi.

Diberitakan sebelumnya, jasad laki-laki tanpa identitas yang ditemukan pukul 05.15 WIB itu dibawa ke Solo untuk proses autopsi.  Ciri-ciri mengenakan kemeja pendek bergaris warna biru, putih, dan hitam serta bercelana jin pendek warna biru. Korban juga berkumis dan memiliki tinggi badan 160 cm. Diperkirakan umurnya sekitar 50 tahun. (Baca: Jenazah Pria dengan Kaki dan Tangan terikat Ditemukan di Alas Karet Kedawung)

Bambang Susilo menuturkan tim Polsek Kedawung bersama tim dari Polres Sragen yang dipimpin Wakapolres telah mendatangi lokasi dan melakukan olah kejadian perkara.

“Dari hasil olah TKP tidak menemukan banyak petunjuk. Barang bukti juga minim dan identitas belum diketahui. Kami masih menyelidiki kasus itu,” ungkap Kapolsek. (Baca pula: Begini Ciri-Ciri jenazah Pria dengan Kaki dan Tangan Terikat di Kedawung)

Sementara itu, seorang pegawai Puskesmas Kedawung saat ditemui, Jumat, mengatakan dari hasil pemeriksaan medis terhadap korban, ada luka memar dari leher sampai ke pinggang di bagian belakang.

Luka benturan, kata dia, juga ada di bagian kepala. Sedangkan dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD Sragen, korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen.

PT BPR RESTU KLATEN MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…