Polisi mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan di pinggiran alas karet di Dukuh Gondang, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Polisi mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan di pinggiran alas karet di Dukuh Gondang, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 4 Agustus 2017 10:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENEMUAN MAYAT SRAGEN
Jenazah Pria dengan Kaki dan Tangan Terikat Ditemukan di Alas Karet Kedawung

Penemuan mayat Sragen, jenazah pria berkumis ditemukan di Kedawung.

Solopos.com, SRAGEN — Warga di pinggiran alas karet di Dukuh Gondang, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, digemparkan dengan penemuan mayat laki-laki dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut dan hidung terlakban, Jumat (4/8/2017), pukul 05.15 WIB.

Polisi belum mengetahui identitas korban dan mayat korban dilarikan ke Solo untuk diautopsi.

Korban dievakuasi tim medis Puskesmas Kedawung ke kamar mayat RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Dari RSUD Sragen, mayat dibawa ke Solo dengan ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI).

Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi solopos.com, Kamis pagi, menyampaikan mayat itu ditemukan Suradi, 60, saat pergi ke ladangnya pada pukul 05.15 WIB.

Dia mengatakan Suradi kaget dan langsung memberitahukan ke tukang deres karet namanya Harto. Kemudian Harto melapor ke Ketua RT setempat, Sunarso. Kemudian Sunarso melapor ke Polsek Kedawung.

“Kami dari tim Polsek Kedawung bersama tim dari Polres Sragen yang dipimpin Wakapolres datang ke lokasi. Kami melakukan olah kejadian perkara. Dari hasil olah TKP tidak menemukan banyak petunjuk. Barang bukti juga minim dan identitas belum diketahui,” katanya.

Seorang pegawai Puskesmas Kedawung saat ditemui, Jumat, mengatakan dari hasil pemeriksaan medis ada luka memar dari leher sampai ke pinggang di bagian belakang.

Luka benturan, kata dia, juga ada di bagian kepala. Kalau dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD Sragen, korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen.

CV.MULTIKOMUNIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…