Ilustrasi penemuan mayat (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi penemuan mayat (JIBI/Solopos/Dok)
Jumat, 4 Agustus 2017 20:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PENEMUAN MAYAT KEDIRI
Dikira Bau Bangkai Tikus, Ternyata Mayat Wanita Lansia

Penemuan mayat Kediri, jasad seorang wanita lansia ditemukan membusuk di ladang tebu.

Solopos.com, KEDIRI — Seorang nenek-nenek ditemukan tewas dengan kondisi membusuk di lingkungan Mbangi, RT 007/RW 008, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (3/8/2017) malam.

Setelah diidentifikasi, nenek-nenek itu bernama Rusmini, 70, warga Jl. Sapto Argo, Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Mayat tersebut ditemukan Wajar, 59, pemilik konter HP di dekat lokasi penemuan mayat itu.

Saat itu, Wajar mencium bau busuk yang cukup menyengat di lahan tanaman tebu milik warga. Wajar awalnya menduga bau busuk tersebut bangkai tikus. Wajar tidak curiga sama sekali bau busuk itu dari mayat manusia.

Setelah mencium bau yang semakin menyengat, Wajar pun mengecek dan mendapati mayat perempuan. Saat ditemukan, posisi nenek-nenek itu tengkurap. Jasad perempuan itu mengenakan kaus berwarna hitam dan rok berwarna biru.

Kapolsek Mojoroto, Kompol Didit Prihantoro, mengatakan setelah mengetahui identitas jenazah tersebut, Wajar menghubungi anak angkat Rusmini, Yusuf, yang tinggal di Jl. Mastrip, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto. Selanjutnya penemuan jenazah tersebut dilaporkan ke Polsel setempat.

Kepada polisi, Yusuf memang mencari Rusmini yang tidak pulang sejak Selasa (1/8/2017) dan keluarga telah mencarinya namun tidak membuahkan hasil. Dari hasil pemeriksaan, Rusmini meninggal dunia diduga karena sesak napas saat berada di ladang tanaman tebu itu. Diperkirakan Rusmini telah meninggal dunia sejak dua hari lalu.

“Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum. Kami masih menyelidiki kasus penemuan mayat ini,” kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman polreskedirikota.com, Jumat (4/8/2017).

 

PT BPR RESTU KLATEN MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…