Ilustrasi pencuri (JIBI/Harian Jogja/Reuters) Ilustrasi pencuri (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Jumat, 4 Agustus 2017 05:00 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENCURIAN SRAGEN
Pencuri Bermotor Obok-Obok Ruang Guru SDN 2 Ngrombo saat Jam Sekolah

Pencurian terjadi di ruang guru SDN 2 Ngrombo, Sragen, saat jam sekolah.

Solopos.com, SRAGEN — SDN 2 Ngrombo di Dukuh Sidorejo, Desa Ngrombo, Tangen, Sragen, diobok-obok pencuri bermotor, Kamis (3/8/2017) pukul 10.15 WIB. Pelaku yang diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion dengan pelat nomor huruf depan K berhasil membawa kabur laptop merek Toshiba 14 inci dan tas berisi uang tunai Rp9 juta beserta surat-surat penting.

Laptop dan tas tersebut milik salah satu guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di SDN tersebut, Indah Dwi Hartatik, 40, warga Dukuh Sidorejo RT 024/RW 007, Kelurahan Sragen Wetan, Sragen. Peristiwa pencurian itu dilaporkan Sugiyanto, 41, warga Dukuh/Desa Ngrombo RT 013, Tangen, Sragen ke Mapolsek Tangen.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP M. Saptiwi Retnowatini mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Kamis malam, menjelaskan saat kejadian Sugiyanto tengah memasang telesir bergambar burung garuda di teras sekolah. Saat memasang itulah, ada orang tak dikenal masuk ke halaman sekolah dengan mengendarai motor Yamaha Vixion warna merah berpelat nomor huruf depan K.

“Motor itu diparkir di bawah pohon sawo. Gerak-gerik orang tak dikenal itu tak diperhatikan Sugiyanto. Setelah beberapa lama orang tak dikenal itu keluar buru-buru dan kabur.. Sugiyanto curiga kemudian mengecek tas di kantor. Ternyata laptop dan uang serta sejumlah surat-surat penting raib. Surat-surat itu seperti KTP, SIM A, SIM C, ATM BRI, dan Bank Mandiri, buku rekening Mandiri dan Bank Jateng,” ujar Saptiwi berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kapolsek Tangen, AKP Sartu.

Saptiwi menjelaskan modus pencuri datang ke sekolah dan melihat salah satu ruangan dalam kondisi kosong. Pelaku masuk ke ruang guru dan mengambil barang berharga kemudian kabur.

Dia mengatakan Sugiyanto sempat mengejarnya tetapi tidak berhasil menangkap pelaku. “Setelah menerima laporan, polisi langsung datang ke lokasi untuk olah kejadian perkara dan menghimpun data yang berkaitan dengan pelaku,” ujarnya.

CV. HARAPAN MULIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…