Ilustrasi gol sepak bola (JIBI/Harian Jogja/Dok) Ilustrasi gol sepak bola (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Jumat, 4 Agustus 2017 00:00 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Pemain Asing Siap Ramaikan 8 Besar Turnamen Antarkecamatan Boyolali

Turnamen sepak bola antarkecamatan digelar di Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Putaran final Turnamen Antarkecamatan di Boyolali dipastikan bakal sengit dengan kehadiran pemain asing yang memperkuat sejumlah tim. Peta persaingan pun diperkirakan merata mengingat regulasi membolehkan penambahan pemain di fase delapan besar.

Laga pertama fase delapan besar akan mempertemukan juara bertahan Musuk melawan tim yang lolos dari playoff, Banyudono/Andong, Senin (7/8/2017). Tim Kecamatan Ampel dan Kecamatan Selo dikabarkan siap mendatangkan pemain impor untuk memperkuat skuat. Hal ini jelas membuat persaingan di Grup Y yang dihuni Ampel, Selo, Nogosari dan Banyudono/Andong bakal semakin ketat.

Persaingan di Grup X juga tak kalah panas karena dihuni Musuk, Teras, Boyolali Kota dan Banyudono/Andong. Kepastian grup yang dihuni Banyudono/Andong akan diundi dalam technical meeting di Aula Kecamatan Mojosongo, Sabtu (5/8/2017).

Banyudono dan Andong yang lolos dari playoff turnamen pun diperkirakan menambah pemain anyar untuk bisa bersaing di delapan besar. Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Boyolali, Sunarno, mengaku belum bisa memprediksi siapa yang akan keluar sebagai juara dalam turnamen dengan total hadiah Rp27,5 juta itu. Hal ini lantaran tim bisa mengambil pemain dari luar kecamatan bahkan pemain asing di delapan besar.

“Selo dan Ampel kabarnya kedatangan satu pemain asing. Siapa orangnya kami belum bisa memastikan. Mereka baru akan didaftarkan besok Sabtu,” ujar Sunarno saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Ampel agaknya berambisi untuk mengembalikan trofi juara yang sempat hilang pada tahun 2016. Saat itu Musuk secara mengejutkan mengangkat gelar juara turnamen antarkecamatan.

Namun sejauh ini Ampel masih menjadi yang paling digdaya dalam turnamen dengan empat koleksi gelar juara (2011, 2012, 2013, 2014). Posisi kedua dihuni Boyolali Kota dengan torehan dua gelar (2006, 2007). Kecamatan Cepogo dan Mojosongo menyusul dengan satu gelar juara.

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Sejarah ”Pahitnya” Garam Nusantara

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (1/8/2017). Esai ini karya M. Fajar Shodiq, dosen Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Gonjang-ganjing garam dalam beberapa pekan terakhir masih terasa. Pepatah ”bagai…