Para pemain Liverpool merayakan gol. (JIBI/REUTERS/HANNIBAL HANSCHKE) Para pemain Liverpool merayakan gol. (JIBI/REUTERS/HANNIBAL HANSCHKE)
Jumat, 4 Agustus 2017 22:30 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Liga Champions Share :

Liga Champions 2017/2018 Panas Sejak Play-Off

Liga Champions 2017/2018 diprediksi panas sejak play-off dengan drawing yang mempertemukan sejumlah tim besar Eropa.

Solopos.com, NYON — Pertarungan Liga Champions 2017/2018 akan memanas sejak babak play-off. Itu terlihat setelah dua tim besar, Liverpool dan Napoli, tidak akan mendapat lawan mudah pada pertandingan yang menentukan ke fase grup turnamen paling elite di Eropa tersebut musim ini.

Dalam hasil drawing di Nyon, Swiss, Jumat (4/8/2017), Napoli akan bertemu wakil Prancis, Nice, yang diperkuat mantan bintang Timnas Italia, Mario Balotelli. Tim berjuluk Partenopei tersebut harus mematahkan tren buruk tim-tim Italia di babak play-off jika ingin lolos ke fase grup.

Seperti dilansir Reuters, tim dari Seri-A selalu kandas di fase play-off dalam tiga musim terakhir secara beruntun, dan tersingkir enam kali dalam delapan musim terbaru. Napoli pernah mengalaminya sendiri ketika mereka gagal ke fase grup lantaran kalah dari Athletic Bilbao pada play-off Liga Champions 2014.

Napoli memang lebih diunggulkan ketimbang Nice untuk lolos ke babak utama. Tim yang dinakhodai Maurizio Sarri tersebut finis ketiga di Seri-A serta sukses melenggang ke babak 16 besar Liga Champions, pada musim lalu.

Meski demikian, Nice bukan lawan yang pantas dipandang sebelah mata. Wakil Prancis ini baru saja menyingkirkan tim tradisi Ajax Amsterdam dengan agregat 3-3 dengan keunggulan produktivitas gol tandang pada babak ketiga kualifikasi. Hal itu menjadikan Nice yang tak pernah mampu menembus fase grup Liga Champions sejak 1959 sebagai kuda hitam di play-off ini. Nice pun boleh merasa beruntung karena bakal menjadi tuan rumah pada leg kedua yang sangat menentukan.

“Kami dalam periode persiapan dan kami ingin mencapai hasil lebih baik ketimbang musim lalu,” jelas penyerang Napoli, Jose Callejon, yang mengklaim Napoli sebagai tim paling agresif di Eropa, seperti dilansir football-italia.net.

Sementara itu, Liverpool juga pantas waspada karena mereka dipertemukan dengan wakil Jerman, Hoffenheim. The Reds, julukan Liverpool, tentu tak mau comeback mereka ke babak utama Liga Champions kembali tertunda setelah absen selama dua musim.

Liverpool memang lebih diunggulkan ketimbang wakil Jerman itu untuk lolos ke fase grup. Namun, Hoffenheim yang finis keempat di Bundesliga musim lalu sukses memberi kejutan sejak diasuh Julian Nagelsmann.

Kemunculan pelatih yang pernah dijuluki Baby Mourinho tersebut cukup fenomenal. Saat kali pertama menjabat sebagai pelatih utama Hoffeinheim, usianya masih 28 tahun pada Februari 2016. Selain itu, dia sukses membawa Hoffenheim yang sempat berjuang dari zona degradasi melejit ke papan atas Bundesliga musim lalu. Menariknya, Nagelsmann sudah sejak lama mengaku menganggumi sosok pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, yang berasal dari Jerman.

“Jurgen mengatakan hal yang menyentuh ‘pekerjaan bagus’ setelah laga, seperti ketika kami mengalahkan mantan klubnya, Mainz. Saya kemudian mengirim pesan ke dia,” jelas Nagelsmann yang terkesan dengan kepribadian Klopp, seperti dilansir theguardian.com.

Lowongan Pekerjaan
CV Maharani Food, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dilema Suporter

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Suwarmin, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah suwarmin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Suporter adalah pemanis dalam permainan sepak bola. Tepuk tangan suporter, nyanyian mereka, gerak dan gesture mereka, bahkan lenguhan yang…