Para pemain PSIM memilih duduk di pinggir lapangan dan menunggu giliran pada laga uji coba antara PSIM melawan UAD di Stadion Mandala Krida, Jogja, Jumat (24/3/2017) sore. (Jumali/JIBI/Harian Jogja) Para pemain PSIM memilih duduk di pinggir lapangan dan menunggu giliran pada laga uji coba antara PSIM melawan UAD di Stadion Mandala Krida, Jogja, Jumat (24/3/2017) sore. (Jumali/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 4 Agustus 2017 17:55 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

LIGA 2
18 Pemain PSIM Bertolak ke Ngawi , Siap Mengubah Pola

Adanya perubahan kursi kepelatihan di tubuh Persinga Ngawi dari M Hasan ke M Fahrudin dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap upaya PSIM Jogja meraih poin

Solopos.com, JOGJA — Adanya perubahan kursi kepelatihan di tubuh Persinga Ngawi dari M Hasan ke M Fahrudin dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap upaya PSIM Jogja meraih poin pada laga pekan kesepuluh Grup 5 Liga 2 2017 di Stadion Ketonggo, Ngawi, Sabtu (5/8/2017) mendatang.

Sebab, selain masih dihuni oleh para pemain lama, Laskar Ketonggo kemungkinan akan tampil optimal saat bermain melawan PSIM di kandang.

Hal ini diungkapkan oleh pelatih PSIM Erwan Hendarwanto kepada Solopos.com, Kamis (3/8/2017) pagi usai memimpin latihan di Stadion Mandala Krida.

“Karena mereka pastinya ingin meraih kemenangan. Ada dan tidaknya pelatih baru, pasti mereka punya motivasi tinggi saat melawan kami di kandang,” katanya.

Pelatih asal Magelang ini mengungkapkan sejauh ini sejumlah persiapan pun telah dilakukannya demi mencapai target meraih poin di Ngawi.

Tak hanya penyelesaian akhir, transisi dari menyerang ke bertahan dan antisipasi bola silang, Ahmad Taufik dan kawan-kawan pun telah dibekali dengan dua pola berbeda saat bertandang ke Ngawi.

Jika selama ini PSIM menggunakan dua pola utama yakni 4-2-3-1 dan 4-4-2 saat melakoni laga tandang, maka pola itu dipastikan diubah. Alasannya, kondisi lapangan Stadion Ketonggo yang tidak rata bisa menjadi batu sandungan bagi PSIM untuk meraih poin pada pekan kesepuluh ini. Padahal, raihan poin diperlukan oleh Laskar Mataram demi menjaga peluang lolos ke babak 16 besar.

Oleh karena itu, Erwan pun berencana menggunakan pola 4-4-2 dan skema alternatif 3-5-2. Meski baru kali pertama diterapkan, ia menilai pola  3-5-2 sejauh ini tidak mengalami kesulitan saat diaplikasikan oleh anak asuhnya dalam latihan.

“Meski menggunakan pola berbeda, kami sebisa mungkin tetap pakai ciri khas permainan bola pendek dari kaki ke kaki. Jika pun tidak bisa, barulah kami gunakan bola-bola panjang. Ini penting karena kami wajib meraih poin di sana,” terangnya.

Erwan menambahkan, pada lawatan ke Ngawi kali ini, pihaknya tidak akan diperkuat oleh Tito Rama, kiper utama. Meski demikian, hal tersebut tidak terlalu dikhawatirkan, sebab penampilan stabil dari Ony Kurniawan pada beberapa laga terakhir mampu menutup persoalan pertahanan. Selain itu, Erwan juga akan membawa Ivan, kiper ketiga PSIM sebagai penjaga gawang cadangan.

Sementara skuat sendiri dipastikan akan bertolak ke Ngawi pada hari ini dengan membawa 18 pemain. Dari daftar pemain yang dibawa, sebagian besar diisi oleh pemain tengah. Artinya, ada kemungkinan Erwan akan menempatkan banyak pemain tengah dan lebih menguasai lini tengah saat berhadapan dengan Persinga.

Selain itu, keberadaan pemain tengah ini, diakui Erwan cukup vital karena selain mensuplai bola ke Engkus Kuswaha dan Krisna Adi, mereka juga memiliki tugas untuk mematikan pergerakan sayap dan lini tengah Persinga yang dikenal memilik kecepatan.

“Semua sudah kami persiapkan. Termasuk juga mengenai kemungkinan cetak gol dari lini kedua. Karena sejauh ini, gelandang serang, penyerang dan gelandang sayap kami sudah mencetak gol. Saya berharap gelandang bertahan kami juga mampu berkontribusi mencetak gol, agar lawan tidak mudah membaca permainan kami,” harapnya.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…