Capture video klip lagu terbaru Cokelat, Garuda (Youtube) Capture video klip lagu terbaru Cokelat, Garuda (Youtube)
Jumat, 4 Agustus 2017 08:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Nada Share :

LAGU TERBARU
Sambut HUT ke-72 RI, Cokelat Rilis Lagu Bertema Nasionalis

Cokelat merilis lagu terbaru bertema nasionalis untuk menyambut HUT ke-72 RI.

Solopos.com, SOLO – Setelah sekian lama tak terdengar namanya di industri musik Tanah Air, grup band Cokelat kembali dengan lagu baru bertajuk Garuda. Karya terbaru itu dipersiapkan khusus untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia, 17 Agustus 2017 mendatang.

Personel Cokelat mempersembahkan Garuda khusus untuk orang-orang yang bangga lahir di Bumi Pertiwi. Sebab, situasi Indonesia belakangan ini memang cukup memprihatinkan. Berbagai isu perbedaan terus-menerus menjadi sorotan. Mereka sangat sedih melihat masyarakat mudah sekali terprovokasi dengan isu-isu perbedaan.

Padahal, selama ini bangsa Indonesia dikenal memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Meski berbeda, masyarakat Indonesia bisa hidup berdampingan selama bertahun-tahun. Tapi, belakangan ini berbagai perbedaan itu membuat masalah yang cukup pelik hingga nyaris menimbulkan perpecahan.

Oleh sebab itu, pada peringatan HUT ke-72 RI ini, Cokelat merilis lagu yang memuat pesan nasionalisme. Cokelat mengajak masyarakat mengesampingkan perbedaan lewat lagu yang dirilis di Youtube sejak 18 Juli 2017. Mereka berharap masyarakat lebih fokus pada prestasi anak bangsa guna mengangkat martabat Indonesia.

Ini bukan kali pertama Cokelat merilis lagu bertema kebangsaan. Sebelumnya, grup musik asal Bandung, Jawa Barat, ini pernah merilis lagu bertajuk Bendera pada 2001 silam. Lagu yang memuat pesan membangkitkan rasa cinta Tanah Air itu sangat akrab di telinga masyarakat. Kini, mereka berharap lagu yang sampai Kamis (3/8/2017), telah diputar sekitar 6.700 kali itu bisa melejit seperti Bendera. 

PT BPR RESTU KLATEN MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…