Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang. (Instagram-@kotalamasemarang) Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang. (Instagram-@kotalamasemarang)
Jumat, 4 Agustus 2017 07:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Kota Lama Semarang Makin Dinamis, 70 Bangunan Cagar Budaya Difungsikan

Kota Lama Semarang semakin dinamis di bawah arahan Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Jawa Tengah menyebutkan setidaknya ada 70 bangunan cagar budaya dari masa kolonial Belanda di kawasan Kota Lama yang difungsikan sehingga menjadikan kawasan tersebut kian hidup. “Kemarin, kan sudah ada sekitar 62 gedung [yang difungsikan], sekarang tambah Gedung Telkom yang jadi Galeri UMKM,” kata Ketua BPK2L Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Rabu (2/8/2017).

Dalam waktu dekat, kata Ita, sapaan akrab Hevearita yang juga Wakil Wali Kota Semarang, Gedung Van Dorp di kawasan Kota Lama Semarang juga menyusul difungsikan sebagai museum oleh pemiliknya. Dari Kementerian Perindustrian, kata dia, akan membangun galeri “furniture” dengan menjadikan empat bangunan yang ada di kawasan Kota Lama Semarang menjadi satu kesatuan konsep galeri. “Tambah lagi Gedung Oudetrap milik Pemerintah Kota Semarang, kemudian milik Bank Mandiri. Jadi, ada sekitar delapan bangunan yang dikonservasi lagi. Totalnya, berarti ada 70-an bangunan,” katanya.

Diakuinya, masing-masing pemilik bangunan memiliki konsep tersendiri dalam merestorasi bangunan miliknya di kawasan Kota Lama, tetapi harus menjadi satu kesatuan dengan tidak mengubah bentuk bangunan. “Ya, tujuan pengembangannya tidak hanya untuk pariwisata, tetapi ‘multiplier effect’, terutama perekonomiannya bisa berjalan sehingga kawasan Kota Lama menjadi satu jujukan yang luar biasa,” katanya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui sekitar 99% kepemilikan bangunan di kawasan Kota Lama adalah swasta atau bersifat privat dari total sekitar 200 bangunan yang ada di kawasan itu. “Dengan kepemilikan swasta, APBD tidak bisa masuk sehingga satu-satunya cara adalah menciptakan keindahan infrastruktur sehingga mendorong orang yang punya gedung merevitalisasi atau merestorasi gedung mereka,” katanya.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengapresiasi semakin banyak pemilik gedung di kawasan Kota Lama yang tergerak untuk merevitalisasi bangunan miliknya sehingga menjadikan kawasan itu kian hidup. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengapresiasi upaya Pemkot Semarang untuk menghidupkan kawasan Kota Lama Semarang sehingga bisa menggeliatkan aktivitas perekonomian dan pariwisata.

“Kami berharap apa yang dilakukan bisa merangsang para pemilik bangunan cagar budaya yang lainnya di kawasan Kota Lama untuk mengikutinya,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…