Surat peringatan dari debt collector kepada nasabah di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Gunawan Ari Sandy) Surat peringatan dari debt collector kepada nasabah di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Gunawan Ari Sandy)
Jumat, 4 Agustus 2017 14:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KISAH UNIK
Surat Peringatan Debt Collector Ini Bikin Ngakak Warganet

Kisah unik mengenai surat peringatan dari debt collector yang membuat warganet terpingkal-pingkal hadir dari Kabupaten Semarang.

Solopos.com, UNGARAN – Sepucuk surat peringatan dari seorang debt collector atau penagih utang kepada seorang nasabah di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) berhasil membuat warganet terhibur. Pasalnya, surat yang lantas menjadi kisah unik di antara warganet itu tampak ditulis tangan dengan diksi dan format yang jauh dari formal.

Kisah unik tersebut kali pertama dipaparkan pengguna akun Facebook Gunawan Ari Sandy yang mengaku sebagai warga Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang di dinding grup Facebook Ambarawa Tercinta, Rabu (2/7/2017). Ia mengaku didatangi seorang debt collector yang memberikan sepucuk surat peringatan tagihan utang.

Aq telat bayar angsuran motor nembe 5 ndino tp mau wes tak bayar sak dendone wingi enek colektor nageh durung sampek mlebu umah wes nyeneni werno² abang ijo biru kuning [Saya terlambat membayar cicilan pembayaran sepeda motor lima hari, tadi didatangi penagih utang yang memarahi saya],” ungkap pengguna akun Facebook Gunawan Ari Sandy dengan menyertakan foto sepucuk surat.

Namun setelah melihat bentuk dan tulisan pada surat tersebut, ia mengaku terpingkal-pingkal. “Bar kui arep narik motor motorku pas digowo adiku. Karo menehi surat tarik jare. Aq isane gur ngakak guedi iki lo surat tarike [Setelah itu si penagih utang ingin mengambil sepeda motor yang kebetulan sedang dibawa adik saya dengan menyertakan surat penarikan sepeda motor. Saya terpingkal-pingkal melihat surat itu],” lanjutnya.

Tak pelak kiriman itu lantas membuat warganet di grup Facebook Ambarawa Tercinta melontarkan celaan kepada si penagih utang. Mereka menganggap tulisan pada surat tersebut cukup buruk. “Tulisane kyo cah tk [Tulisannya seperti siswa taman kanak-kanak],” ungkap pengguna akun Facebook Iwan Pujek.

Wkakakkakakaka wong pekok wong pekok seng nulis surat kui. Ndladuuuukkkk bongko wetengku moco tulisane. Ketoke DC ne lulusan TK 0 besar. Hahahahaah [Saya terpingkal-pingkal membaca tulisan pada surat itu. Sepertinya si penagih utang hanya lulusan taman kanak-kanak],” tulis pengguna akun Facebook Erwan Prastya.

Cibiran dan hujatan pun ramai dilontarkan warganet. Menurut mereka, keberadaan debt collector nakal yang kerap menagih utang dengan ucapan kasar sudah meresahkan.

Warganet menganggapm surat tersebut bukanlah surat resmi yang dikeluarkan pihak pemberi utang. “Nek emang dari kantor surate diketik bukan tulisan tangan kya gitu. Neck dadi aku gor tak jwb wong kok ra ndue isen mlah tambah ngisen-isenke awake dwe,” papar pengguna akun Facebook Septy Saiiaannxkxk Dhiiea Slamaanyha.

Sementara itu, sebagian warganet lainnya menjadikan kisah unik itu sebagai sebuah pelajaran. Mereka mengimbau kepada siapa saja yang terikat utang untuk membayar secara tepat waktu agar terhindar dari kejaran debt collector. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…