Lokasi pembangunan resort di Pantai Seruni, Desa Tepus, Kecamatan Tepus. Kamis (3/8/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Lokasi pembangunan resort di Pantai Seruni, Desa Tepus, Kecamatan Tepus. Kamis (3/8/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 4 Agustus 2017 11:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

KERUSAKAN LINGKUNGAN
Pembangunan Resort Diminta Berhenti, Faktanya Aktivitas Jalan Terus Terus

Kerusakan lingkungan di Tepus diminimalkan.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Pemerintan Desa (Pemdes) Tepus, Kecamatan Tepus meminta agar adanya pembangunan resort di Pantai Seruni tidak merusak lingkungan. Selain itu Pemdes juga minta supaya pengembang melakukan pembangunan sesuai aturan.

Baca Juga : KERUSAKAN LINGKUNGAN : Pemdes Ajukan Syarat Ini untuk Pembangunan Resort

Kepala Desa (Kades) Tepus, Supardi mengaku belum tahu terkait dengan adanya surat rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul agar pengembang menghentikan proyek karena belum melengkapi izin. Sepengetahuannya, proyek pembangunan resot tersebut memang sudah mulai dikerjakan.

“Mulai pembelian tanah itu sudah sekitar 2014 lalu saat saya belum menjadi kades. Setelah saya menjadi kades dan disana [Pantai Seruni] mulai membangun, saya belum pernah berkomunikasi langsung dengan pihak perusahaan,” jelasnya, Kamis (3/8/2017)

Di sisi lain, dia hanya bisa berharap jika memang pembangunan tersebut akan benar terlaksana, maka untuk perekrutan tenaga kerja harus mayoritas dari warga setempat. Hal itu kata dia agar warga sekitar mendapatkan manfaat secara langsung dengan adanya pembangunan itu.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul, Drajad Ruwandono mengaku telah membuat surat rekomendasi pengehentian proyek kepada pengembang. Hal itu dilakukan setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah dinas terkait.

Pengembang diminta untuk mengentikan proyek lantaran belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Mendirikan bangunan dimanampun sebelum IMB keluar jelas salah. Oleh sebab itu, pengembang harus diberikan peringatan. Bentuk peringatanya nanti adalah surat rekomendasi agar aktivitas proyek dihentikan,” kata dia.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, masih terdapat aktivitas sejumlah pekerja yang sedang membangun sebuah bangunan permanen. Di sebelah bangunan yang sedang dibangun terdapat bangunan terdiri sekitar empat kamar yang siap ditempati lengkap terpajang kontak yang bisa dihubungi untuk menyewa kamar Sementara di sisi lain, bukit karst di area proyek juga sudah dikeruk.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…