Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean)
Jumat, 4 Agustus 2017 11:22 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Kemenpora Gagas Islah, Ini Tanggapan Suporter

Kemenpora menggelar islah suporter

Solopos.com, JOGJA — Presiden Brajamusti-suporter PSIM Rahmad Kurniawan mengatakan pihaknya sebenarnya telah mendapatkan undangan untuk mengikuti Islah Suporter yang digelar hari ini di Audiotorium Kemenpora, Senayan, Jakarta. Akan tetapi, karena undangan tersebut dikirimkan pada Rabu (2/8/2017) dinihari. Alhasil, pertemuan suporter yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut tidak dihadiri oleh Brajamusti.

“Meski demikian, kami telah menitipkan aspirasi kami kepada Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto. Kami berharap agar nantinya ada wadah tersendiri seperti badan yang membidangi suporter di Indonesia,” kata pria yang akrab dipanggil Mamek ini kepada Solopos.com, Kamis (3/8/2017) petang.

Menurut Mamek, pihaknya sangat mendukung upaya dari Kemenpora dengan menggelar Islah Suporter. Sebab, Brajamusti menilai kegiatan tersebut adalah positif dan mampu membangun suporter di Indonesia. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, maka kedepan perdamaian di tingkat suporter mampu tercipta.

“Semangatnya adalah persaudaraan tanpa adanya kepentingan apapun. Karena persoalan ini juga harus melibatkan banyak pihak, seperti Presiden, Kementrian Pendidikan dan beberapa pemangku kepentingan,” harapnya.

Sementara sesepuh Curva Nord Famiglia-suporter Persiba Bantul Wisnu Ardi mengaku pihaknya tidak mendapatkan undangan dalam kegiatan tersebut. Meski demikian pihaknya berharap agar kegiatan tersebut bermuara akhir pada penyelesaian dan terciptanya kerukunan antarsuporter.

“Semoga ke depan setelah adanya acara tersebut, hubungan antarsuporter mampu terjalin harmonis,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Presidium Slemania Dwi Purnomo mengakui bahwa dirinya datang ke acara tersebut. Selain Slemania, ada perwakilan dari masing-masing kelompok suporter per klub yang ada di Indonesia. Adapun tujuan kedatangan Dwi pada acara tersebut adalah membawa pesan dan menyikapi mengenai karu-marutnya dunia suporter yang telah berjalan bertahun-taun dan memakan korban jiwa.

“Karena selama ini yang jadi korban dalam hal ini adalah suporter klub. Kami sebagai bagian dari suporter klub sepak bola indonesia sepakat untuk tetap menunjukkan loyalitas pada club masing masing dan menghormati pertandingan dengan tidak menunjukan sikap permusuhan pada kelompok suporter lain dan masyarakat pada umumnya,” tandasnya.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…