Pengendara melintas di jalan dekat lokasi proyek pipanisasi di Desa Gambirmanis, Pracimantoro, Kamis (16/2/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Pengendara melintas di jalan dekat lokasi proyek pipanisasi di Desa Gambirmanis, Pracimantoro, Kamis (16/2/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Jumat, 4 Agustus 2017 07:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

KEKERINGAN WONOGIRI
DPU Pastikan Proyek Air Bersih Pracimantoro Kelar Tahun Ini

Kekeringan Wonogiri, DPU berjanji merampungkan proyek pengadaan air bersih di wilayah Pracimantoro.

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri berjanji menyelesaikan proyek pengadaan air bersih di Kecamatan Pracimantoro pada tahun ini. Proyek tersebut terhenti dan mangkrak sejak 2016.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri, Sri Kuncoro, saat ditemui wartawan di Sekretariat Daerah (Setda), Kamis (3/8/2017), memastikan proyek air bersih di Pracimantoro akan rampung tahun ini. Hanya, dia tak bisa menyampaikan anggaran yang sudah disiapkan untuk merealisasikan proyek lanjutan karena lupa.

Sri Kuncoro mengaku sudah memasukkan dokumen proyek ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda. Saat akan ditanya lebih detail ihwal upaya yang akan dilakukan agar kejadian kegagalan proyek tahun lalu tak terulang, dia beranjak pergi.

“Yang jelas akan dirampungkan tahun ini. Alokasi anggarannya senilai dana yang belum termanfaatkan pada proyek 2016,” kata dia.

Terpisah, Ketua Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Triyanto, sebelumnya mengatakan akan memonitor realisasi proyek air bersih di Pracimantoro untuk memastikan proyek itu selesai sehingga bisa bermanfaat untuk warga. TP4D intensif berkoordinasi dengan DPU sejak lelang hingga realisasi. Menurut Triyanto, proyek lanjutan tahun ini harus lebih baik.

Camat Pracimantoro, Warsito, meyakini proyek air bersih itu bisa menjadi solusi permanen bagi warga di seluruh desa di Pracimantoro yang kekeringan tiap tahunnya. Saat ini empat desa sudah mulai kekeringan sejak Juni lalu, yakni Gambirmanis, Joho, Petirsari, dan Watangrejo.

Warga membeli air bersih seharga Rp150.000/tangki untuk memenuhi kebutuhan air keluarga. Pada masa sebelumnya desa yang kekeringan jauh lebih banyak. Namun, seiring adanya pembangunan jaringan air bersih, warga di beberapa desa tak kekeringan lagi.

Dia mencontohkan adanya penyaluran air bersih dari luweng di Desa Sumberagung, Pracimantoro, melalui pipa ke Petirsari. Proyek dari Presiden Joko Widodo dilaksanakan Korem 074/Warastratama dan Kodim 0728/Wonogiri. Di desa setempat dibangun empat bak penampungan berkapasitas 18.000 liter/bak. Setelah ditampung air dialirkan ke dusun-dusun.

DPU semula merealisasikan proyek air bersih di Pracimantoro pada 2016 senilai Rp4,5 miliar. Proyek itu mengalirkan air dari mata air Seropan, Gunung Kidul, DIY, melalui pipa.

Proyek dikerjakan PT Lewih Mentari, Bandung, Jawa Barat. Hingga batas akhir kontrak, pekerjaan hanya mencapai 48,36 persen.

TP4D turut menangani masalah tersebut. Hasil penyelidikan diketahui realisasi proyek menimbulkan kerugian negara Rp485,2 juta karena terdapat kelebihan bayar.

 

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…