Ilustrasi air bersih (Dok/JIBI) Ilustrasi air bersih (Dok/JIBI)
Jumat, 4 Agustus 2017 12:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

KEKERINGAN GUNUNGKIDUL
Puncak Kemarau Agustus, Musim Hujan Dimulai Oktober

Kekeringan Gunungkidul diatasi dengan pemberian bantuan air bersih

Solopos.com, GUNUNGKIDUL  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus melakukan penyaluran air bersih ke masyarakat yang kekurangan air. Dari data yang ada terdapat 132.681 jiwa dari 44 desa mengalami krisis air bersih.

Disinggung mengenai status kekeringan, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengakui meski kekeringan sudah meluas, namun dari sisi status masih normal. Hal ini mengacu pada krisis air yang terjadi rutin setiap tahunnya. Selain itu, lanjut dia, untuk penetapan status siaga darurat kekeringan, BPBD tidak memiliki hak karena kebijakan tersebut merupakan kewenangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga : KEKERINGAN GUNUNGKIDUL : Duh, 132.000 Jiwa Mengalami Krisis Air Bersih
“Kalau BNPB menginstruksikan maka pemkab akan meningkatkan status, tapi kalau tidak ada maka statusnya tetap normal,” jelas dia, Kamis (3/8/2017).

Sutaryono menambahkan, mengacu dari laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY musim kemarau diprediksi sampai Oktober mendatang. Sedang puncak kemarau diperkirakan terjadi di bulan ini sehingga warga yang tinggal di daerah kekeringan agar melakukan penghematan dalam penggunaan air bersih.

“Untuk musim hujan diperkirakan terjadi pada Oktober mendatang,” papar dia.

Terpisah, Camat Purwosari Sabarisman mengungkapkan, hingga saat ini bantuan air telah diberikan kepada 2.670 Kepala Keluarga yang ada di 17 dusun di Kecamatan Purwosari. Rata-rata setiap harinya ada 5 tangki air bersih yang diberikan kepada masyarakat. “Untuk lokasi kekeringan akan terus kita pantau. Namun untuk pengiriman kami buat jadwal dan dilakukan secara bergiliran sehingga bantuan dapat merata,” kata Sabarisman.

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…