Pembalap muda Solo, Diptya Oktadewa (tengah), berfoto bersama kru seusai meraih runner up  kedua dalam Kejuaraan Karting Internasional Rok Club 2017 zona Asia kelas nonunggulan di Sirkuit Sentul, Bogor, 30 Juli. (Istimewa) Pembalap muda Solo, Diptya Oktadewa (tengah), berfoto bersama kru seusai meraih runner up kedua dalam Kejuaraan Karting Internasional Rok Club 2017 zona Asia kelas nonunggulan di Sirkuit Sentul, Bogor, 30 Juli. (Istimewa)
Jumat, 4 Agustus 2017 14:31 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Balap Share :

KEJUARAAN GOKART
Pembalap Muda Solo Pertahankan Posisi Puncak

Kejuaraan Gokart diwarnai dengan kegemilangan Diptya Oktadewa.

Solopos.com, SOLO — Pembalap muda Solo, Diptya Oktadewa Ichwan, berhasil meraih podium kedua dalam Kejuaraan Karting Internasional Rok Club 2017 zona Asia kelas nonunggulan di Sirkuit Sentul, Bogor, 29-30 Juli 2017. Dengan torehan itu, pembalap yang akrab disapa Dio ini sukses mempertahankan posisi puncak jelang akhir musim balapan.

Dio kini meraup 1.186 poin dari empat seri yang sudah dijalani. Siswa SMPN 4 Solo ini ditempel ketat pembalap Singapura, Larry Tan Choon Wee, di posisi kedua dengan 1.099 poin. Di seri terakhir di Sentul, Dio mampu melebarkan jarak dengan Larry di klasemen setelah rivalnya itu hanya finis di peringkat ketiga. Adapun gelar juara diraih pembalap Singapura, Neo Yong Xiang.

Mentor Dio, Dicky Septiawan, mengaku cukup puas dengan raihan runner up Dio di Sentul. Meski demikian dia menilai anak asuhnya itu sebenarnya mampu meraih gelar juara di kandang sendiri. Hal ini setelah Dio mencatatkan waktu terbaik sejak latihan bebas hingga fase heat (fase setelah kualifikasi untuk menentukan posisi start di balapan final).

“Saat balapan Dio kurang konsentrasi sehingga mampu diunggui Neo. Namun tidak apa-apa, dia masih berada di puncak,” ujar Dicky saat dihubungi Solopos.com, Kamis (3/8/2017).

Dicky menyebut performa anak asuhnya itu terus menanjak dari seri ke seri. Dia pun yakin pembalap yang baru berusia 14 tahun ini dapat keluar sebagai juara umum Rok Club 2017 kelas nonunggulan. Seri terakhir yang bakal berlangsung di Sentul, 17 September 2017, akan menjadi pembuktian kelayakan Dio menjadi yang terbaik.

“Tentu kami menargetkan juara seri untuk memastikan gelar juara umum. Namun Dio masih perlu beberapa pembenahan, salah satunya soal feeling membalap,” tutur Dicky.

Jika di kelas nonunggulan Dio berada di peringkat satu, sang pembalap sementara berada di posisi delapan dalam pemeringkatan Senior Rok GP kelas umum. Capaian itu cukup baik mengingat di kelas itu Dio bersaing dengan pembalap kawakan seperti Silvano Christian, Keanon Santoso hingga Zahir Ali.

“Di kelas senior, target kami mampu menembus peringkat enam atau tujuh di akhir klasemen,” ucap Dicky.

Klasemen Sementara Senior Rok GP

Kelas Nonunggulan (5 Besar)

Nomor Pembalap                                 Negara             Poin

1          Diptya Oktadewa                   Indonesia        1.186

2          Larry Tan Choon Wee            Singapura        1.099

3          Neo Yong Xiang                     Singapura        998

4          Lyndon Tan                            Singapura        210

5          Ichsan Titisan                          Indonesia        180

Lowongan Pekerjaan
PT. MEGA KHARISMA PACKINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…