Wakil Walikota Haroe Poerwadi mengakat piala Adiwiyata yang telah diperoleh Yogyakarta di Balaikota Yogyakarta, Kamis (03/08/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 4 Agustus 2017 12:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Haryadi Ajak Warga Pertahankan Adipura

Kota Jogja akhirnya bisa meraih piala Adipura untuk katagori kota besar pada tahun ini

Solopos.com, JOGJA-Kota Jogja akhirnya bisa meraih piala Adipura untuk katagori kota besar pada tahun ini, setelah empat tahun berturut-turut gagal mendapat penghargaan bergensing dalam pengelolaan lingkungan dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Keberhasilan ini pun langsung dirayakan di Komplek Balai Kota Jogja, Kamis (3/8/2017) sore. Wali kota Jogja dan wakil wali kota Jogja bersama ratusan warga Jogja turut hadir. Piala Adipura tersebut sempat dikirab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyusuri beberapa ruas jalan protokol sampai finis di Balai Kota Jogja.

“Pada 2017 ini awal kembali Kota Jogja raih Adipura, penghargaan ini kami persembahan untuk warga Kota Jogja,” teriak Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti diatas panggung. Haryadi bersama wakilnya Heroe Poerwadi menunjukan piala Adipura tersebut kepada warga, kemudian disambut riuh tepuk tangan.

Haryadi mengatakan keberhasilan meraih Adipura tidak lepas dari usaha dan kerja keras Pemerintah Kota Jogja bersama masyarakat. Ia menyamaikan terimaksih kepada semua warga kota yang sudah ikut menjaga kebersihan lingkungan, “Mari kita jaga agar piala Adipura tetap berada di Kota Jogja seterusnya,” ujar dia.

Meski demikian, Haryadi mengingatkan agar tidak hanya puas dengan perolehan piala Adiura, namun harus merebut penghargaan Adiura Kencana yang merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan hidup. Tahun ini, hanya ada dua kota besar se-Indonesia yang meraih Adipura Kencana.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Suyana mengatakan keberhasilan meraih piala Adipura juga menjadi tantangan berat untuk mempertahankan kebersihan lingkungan. Karena itu butuh kesadaran semua masyarakat menjaga kebersihan, karena dengan lingkungan bersih orang akan segan buang sampah.

Terlebih Kota Jogja merupakan kota tujuan wisata dari berbagai daerah. Karena itu menjaga kebersihan lingkungan mutlak dilakukan oleh semua warga. “Dari kami juga akan berupaya maksimal meski dengan keterbatasan tenaga kebersihan,” kata Suyana.

Tidak hanya menyediakan sumber daya manusia kebersihan, pihaknya juga terus berupaya menambah teknologi pembersih otomatis. Rencananya tahun ini, DLH Kota Jogja kembali menambah satu unit kendaraan penyedot sampah otomatis.

Suyana menambahkan, pengelolaan sampah di pasar juga menjadi sasaran untuk diperbaiki. Idealnya, kata dia, setiap pasar memiliki sistem pengelolaan sampah sendiri, namun ia menyadari keberbatasan lahan sehingga belum bisa dilakukan.

Selain mendapat piala Adipura, Kota Jogja juga kado istimewa karena salah satu sekolah di kota Jogja yakni sekolah dasar (SD) Giwangan terpilih sebagai salah satu sekolah Adiwiyata Mandiri. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi dari Kementrian Lingkungan Hidup bagi sekolah berbasis lingkungan.

Total ada 113 sokolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri, 24 sekolah di antaranya termasuk SD Giwangan mendapat undangan langsung untuk menerima penghargaan tersebut dari Presiden RI dan Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta.

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…