Sejumlah calhaj asal Sukoharjo antre memasuki ruang Muzdalifah di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Booyolali, Senin (15/8/2016). (Iskandar/JIBI/Solopos) Sejumlah calhaj asal Sukoharjo antre memasuki ruang Muzdalifah di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Booyolali, Senin (15/8/2016). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Jumat, 4 Agustus 2017 22:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

HAJI 2017
Sepekan, 3 Calhaj Meninggal, 6 Tertunda Berangkat

Haji 2017, tiga calhaj meninggal dunia dalam sepekan.

Solopos.com, SOLO — Sedikitnya tiga calon haji (calhaj) yang diberangkatkan dari Embarkasi Adi Soemarmo Solo meninggal dunia. Selain itu, enam calhaj tertunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan mereka menurun.

Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adi Soemarmo Solo, Badrus Salam, mengatakan tiga calhaj yang meninggal tersebut mengalami sakit jantung. Dua di antaranya meninggal di Madinah dan satu calhaj meninggal di Asrama Haji Donohudan (AHD).

“Selama sepekan ini, tiga calhaj meninggal dunia. Dua di antaranya meninggal di Madinah,” ujarnya kepada wartawan di AHD, Jumat (4/8/2017).

Dua calhaj yang meninggal dunia di Madinah bernama Indriyani Wahadi Wiyono, 54, Kloter 2, asal Kabupaten Purbalingga, dan Hadiharjo Singareja Singaleksana, 87, Kloter 1, asal Banjarnegara.

Indriyani meninggal pada Rabu (2/8/2017) setelah mendapat perawatan di Klinik Kesehatan Haji di Madinah. Sementara Hadiharjo meninggal dunia pada Kamis (3/8/2017). “Kedua jenazah telah dimakamkan di permakaman umum Albaki Madinah,” ujar Badrus.

Sementara itu, satu calhaj yang meninggal dunia sebelum pemberangkatan bernama Nasroh Arwin Majupyan asal Kabupaten Kebumen. Nasroh meninggal di AHD, Minggu (30/7/2017).

Hingga saat ini sudah ada enam calhaj yang terpaksa tertunda pemberangkatannya karena kondisi kesehatan menurun. Mereka rata-rata terserang anemia. Saat ini sedang menjalani masa pemulihan kesehatan.

“Tiga calhaj dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo dan tiga calhaj lainnya dirawat di RS TNI AU,” terangnya.

Enam cahaj yang tertunda pemberangkatannya itu berasal dari Jogja, Grobogan, dan Boyolali. Mereka baru diperbolehkan berangkat ke Tanah Suci setelah dinyatakan membaik kondisi kesehatannya.

“Mereka nanti jika sudah pulih kesehatannya, akan tetap diberangkatkan dengan calhaj kloter lainnya yang masih kosong. Harapan kami, semua calhaj yang tertunda lekas membaik kesehatannya,” paparnya.

Sementara itu, pantauan Solopos.com di AHD, proses penyambutan calhaj berjalan tertib dan lancar. Satgas panitia dengan cekatan mengarahkan para calhaj yang baru turun dari bus ke aula dan kamar-kamar penginapan.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Meski banyak calhaj berisiko tinggi, namun semuanya masih tertangani dengan baik,” ujar salah satu satgas PPIH, Sumantinah.

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dilema Suporter

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Suwarmin, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah suwarmin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Suporter adalah pemanis dalam permainan sepak bola. Tepuk tangan suporter, nyanyian mereka, gerak dan gesture mereka, bahkan lenguhan yang…