Sejumlah pengunjung mendatangi lapak-lapak di lantai II Pasar Klewer, Jumat (16/6/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos) Pengunjung mendatangi lapak-lapak di lantai II Pasar Klewer, Jumat (16/6/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Jumat, 4 Agustus 2017 13:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

Disdag Pastikan Mesin E-Retribusi di Pasar Klewer Solo Segera Berfungsi

Mesin e-retribusi di Pasar Klewer Solo tak difungsikan sementara.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo memastikan mesin pelayanan retribusi secara elektronik (e-retribusi) di Pasar Klewer segera difungsikan kembali.

“Begitu pihak bank selesai mengubah sistemnya, akan kami buka [fungsikan] lagi,” kata Kepala Disdag Kota Solo, Subagiyo, saat ditemui wartawan di Singosaren, Jumat (4/8/2017).

Dia menegaskan mesin e-retribusi di Pasar Klewer tidak rusak namun tidak difungsikan lantaran ada kesalahan sistem untuk pembayaran retribusi yang semestinya untuk pembayaran bulanan namun dibuat pembayaran harian.

“Pedagang capek juga setiap hari harus bolak balik ke mesin e-retribusi, jadi untuk sementara waktu kemarin memang off,” kata Subagiyo.

Seperti diketahui sebelumnya, tiga unit mesin e-retribusi yang ada di lantai semibasement, lantai I dan II Pasar Klewer tak berfungsi. Tidak berfungsinya mesin e-retribusi sudah terjadi sejak sistem itu diluncurkan awal Juni lalu. Kondisi ini sempat dikeluhkan pedagang.

Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) kemudian meminta Pemkot Solo dan pihak bank dalam hal ini BTN sebagai penyedia layanan retribusi secara elektronik (e-retribusi) segera memfungsikan mesin e-retribusi yang ada di Pasar Klewer. Di Pasar Klewer sudah ada 1.694 pedagang baik pemilik kios maupun renteng yang sudah menerapkan sistem pembayaran retribusi pasar secara elektronik.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, juga berharap Disdag mempercepat realisasi untuk e-retribusi di seluruh pasar yang ada di Kota Solo.
Subagiyo menyebutkan evaluasi penerapan e-retribusi terus dilakukan. Di sembilan pasar tradisional yang sudah menerapkan sistem ini, kendala terbesar adalah perilaku pedagang yang belum terbiasa bertransaksi dengan kartu atau sistem nontunai.

Sama halnya dengan kasus di Pasar Klewer, di beberapa pasar penerapan e-retribusi juga kerap menemui kendala jika sistem yang dibuat pihak bank adalah pembayaran harian atau mingguan. “Memang mayoritas pedagang minta bayar bulanan,” kata dia.

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…