Aktivitas pedagang berjualan di kios Pasar Klewer Timur, Solo. (Ivanovich AldinoJIBI/Solopos) Aktivitas pedagang berjualan di kios Pasar Klewer Timur, Solo. (Ivanovich AldinoJIBI/Solopos)
Jumat, 4 Agustus 2017 04:30 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

DIPA Pembangunan Pasar Klewer Timur Belum Turun, Pemkot Solo Galau

Pemkot Solo waswas karena hingga kini DIPA pembangunan Pasar Klewer timur belum juga turun dari pemerintah pusat.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai waswas ihwal rencana pelaksanaan pembangunan Pasar Klewer timur. Hingga saat ini daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) pembangunan pasar sandang terbesar di Jawa Tengah ini belum juga turun.

Pemkot khawatir dengan waktu yang kian mepet sehingga berpotensi pada molornya pembangunan Pasar Klewer timur. “Sekarang belum ada tanda-tanda DIPA turun. Kami masih tunggu itu dulu,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Kamis (3/8/2017). (Baca juga: Pembangunan Pasar Klewer Timur Batal Dibiayai CSR BUMN)

Meski demikian, Subagiyo optimistis DIPA pembangunan Pasar Klewer timur akan turun dalam waktu dekat. DIPA tersebut menjadi pegangan Pemkot dalam melaksanakan pembangunan Pasar Klewer timur mulai lelang penghapusan aset bangunan Pasar Klewer timur, lelang pembangunan pasar, hingga relokasi pedagang ke pasar darurat di Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo.

“Semua tahapan itu menunggu DIPA. Sejalan dengan itu, kami sudah menyiapkan lahan pasar darurat untuk pedagang,” katanya.

Subagiyo juga optistimis proyek itu bisa rampung akhir tahun ini kendati waktunya mepet. Konsepnya bangunan Pasar Klewer timur akan dibangun dua lantai, yaitu basement dan semi basement, serta bagian atas akan digunakan untuk hall atau fasilitas umum.

Nantinya di antara bangunan pasar timur dan barat akan dibuat jalur khusus sebagai penghubung. Dengan demikian, ada koneksivitas bangunan basement, semi basement sisi barat dan timur. “Total ada 546 kios yang akan dibangun. Bangunannya lebih sederhana dibandingkan pasar barat [hanya dua lantai], jadi kami optimistis lah bisa selesai akhir tahun nanti,” katanya.

Selama pembangunan, Subagiyo mengatakan pedagang akan direlokasi ke bangunan kios darurat di Alut. Bangunan tersebut masih layak untuk digunakan. Pemkot juga memperbaiki bangunan kios darurat yang rusak.

“Hanya beberapa bagian bangunan yang rusak. Kalau secara umum kondisinya bagus dan masih layak,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto sebelumnya mengatakan rencana pembangunan Pasar Klewer timur telah masuk rencana kerja pemerintah pusat. Bahkan, Budi menyampaikan belum lama ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) meninjau Pasar Klewer timur.

“Peninjauan ini wujud keseriusan pemerintah pusat untuk menggarap Pasar Klewer timur. Meski sampai sekarang kami juga belum tahu kepastiannya kapan akan mulai dilaksanakan,” kata dia.

Budi memastikan pembangunan Pasar Klewer timur akan dikerjakan pada tahun ini. Dari segi anggaran, pembangunan lanjutan pasar tersebut sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat. Sedangkan Pemkot menyiapkan anggaran untuk pasar darurat bagi pedagang Pasar Klewer timur.

“Pasar darurat disiapkan Pemkot akan menggunalan bangunan bekas pasar darurat untuk pedagang Klewer barat di Alut. Kami tinggal memperpanjang masa sewa lahan,” katanya.

 

CV. HARAPAN MULIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perlindungan Kearifan Lokal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (2/8/2017). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan peminat tema-tema kebudayaan. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Menurut UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan…