Bupati Karanganyar, Juliyatmono (topi merah), menyerahkan bantuan peralatan kepada warga Desa Girimulyo, Ngargoyoso, yang menjadi pengurus kampung siaga bencana saat pengukuhan kampung siaga bencana pada Jumat (4/8/2017). (Istimewa/Dokumentasi Dinas Kominfo Karanganyar) Bupati Karanganyar, Juliyatmono (topi merah), menyerahkan bantuan peralatan kepada warga Desa Girimulyo, Ngargoyoso, yang menjadi pengurus kampung siaga bencana saat pengukuhan kampung siaga bencana pada Jumat (4/8/2017). (Istimewa/Dokumentasi Dinas Kominfo Karanganyar)
Jumat, 4 Agustus 2017 14:00 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Desa Girimulyo di Karanganyar Dikukuhkan Menjadi Kampung Siaga Bencana

Desa Girimulyo di Karanganyar menjadi desa siaga bencana.

Solopos.com, KARANGANYAR — Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menetapkan Desa Girimulyo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, sebagai kampung siaga bencana tahun 2017. Desa Girimulyo menjadi desa ke-498 yang dikukuhkancsebagai desa siaga bencana.

Pengukuhan dilaksanakan pada Jumat (4/8/2017) dan dihadiri Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Adi Karyono. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Agus Heri Bindarto, menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengusulkan dua desa, yaitu Gempolan, Kerjo dan Girimulyo, Ngargoyoso.

Hasil survei Kemensos menyatakan Desa Girimulyo layak menjadi desa siaga bencana. “Pembentukan itu upaya perlindungan dari ancaman dan risiko bencana. Pencegahan dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Selain itu memberikan pemahaman dan kesadaran tentang bahaya bencana,” kata Agus saat memberikan sambutan pada Jumat.

Sebelum pengukuhan, sebanyak 60 orang warga sekitar mendapat bimbingan teknis selama dua hari tentang kebencanaan dan panggulangan bencana. Mereka akan dilantik menjadi pengurus dan jejaring berbasis masyarakat. Kemensos memberikan bantuan berupa family kit, matras, tenda, logistik, alat dapur umum, selimut, tikar, dan lain-lain kepada Desa Girimulyo.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Adi Karyono, mengingatkan warga perihal kondisi cuaca yang tidak menentu. Adi menjelaskan tahun 2015 terjadi el nino, tahun 2016 terjadi la nina, dan tahun 2017 BMKG memprediksi normal. Tetapi, menurut dia hujan masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Akibatnya, Kalimantan dan Belitung banjir.

“Sulit diprediksi. Seharusnya sekarang ini kami berjibaku memadamkan api di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Kondisi alam mempengaruhi. Tidak ada prediksi di Belitung banjir siklus 20 tahunan pun enggak. Beruntungnya, satu tahun lalu, Kecamatan Gantung dicanangkan siaga bencana,” ujar Adi saat memberikan sambutan.

Oleh karena itu, menurut Adi tidak ada salahnya membentuk kampung siaga bencana karena kesiapsiagaan tidak bisa diabaikan. “Sistem penanggulangan bencana menganut konsep incident command system [ICS]. Implementasi di lapangan dibagi berdasarkan delapan klaster, yakni pengungsian dan perlindungan, logistik, kesehatan, sarana prasaraba, dan lain-lain,” jelas dia.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengungkapkan syukur dan kebanggaan karena Girimulyo terpilih sebagai kampung siaga bencana. Dia berharap warga Girimulyo bertanggung jawab mengemban tugas.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

SOLOPOS HARI INI
Sistem Kerja Densus Tipikor Hingga Pembangunan Pasar Klewer Timur

Halaman utama Harian Umum Solopos hari ini, Selasa (17/10/2017), memberitakan tentang pola kerja Densus Tipikor. Solopos.com, SOLO – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan tentang sistem kerja Detasemen Khusus (Densus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Densus terbaru itu akan mengadaptasi sistem…